Pages

Ads 468x60px

Labels

Sunday, 15 October 2017

Kue Lontar or Pie Sus?

Pernah dengar Kue Lontar?.
Ya, itu nama kue yang berasal dari Sorong, Papua Barat. Kue ini sangat lekat dengan acara atau ngumpul-ngumpul, karena biasa disajikan untuk dinikmati bersama. Biasanya dicetak pada mangkuk keramik. 
Kalau di pulau jawa, kue ini lebih mirip dengan nama "Pay Sus". Namun tetap saja dari rasa ada perbedaan, yaitu pada bagian isiannya Lontar terasa lebih khas dari pada Pay Sus yang lebih terasa susunya saja.

Tapi di sini, aku lagi ngebuat modifkasi takarannya saja dengan padu padan yang mungkin lebih cocok di lidah sendiri. Jadi kalau biasanya Lontar dibuat dengan banyak telur, di sini aku cuma pakai 3 telur dan begitu pun takaran susunya aku kurangi.

Kulit:
1. Setengah margarin bungkusan
2. Tepung secukupnya

Isian:
1. Sebutir (1) telur utuh
2. Dua (2) atau tiga (3) butir kuning telurnya saja
3. Setengah sendor tepung maizena
4. dua setangah (2 1/2) centong susu kental manis atau sesuai selera
5. Bubuk vanila secuput

Adonin kulit sampai kalis agak keras. Lalu cetak di loyang atau wadah anti panas. Cetakan bisa disesuaikan dengan kreatifitas masing-masing.

Untuk isian campur point 1,2 dengan 5, lalu sisihkan.
Setelah itu secara terpisah, 3 dan 4 dicampur lalu di panaskan sebentar. Setelah itu diangkat dan dicampur dengan 1,2, dan 5 yang sudah diaduk. Lalu aduk semuanya rata. Setelah itu disaring dan dimasukan ke cetakan kulit. 

Setelah sudah ready semuanya masukan ke oven (dengan panas sedang). Dan tunggu hingga sekitar 45 menit. Angkat, dinginkan, lebih baik jika dinginkan di-kulkas sebentar. Lalu siap untuk dihidangkan.





 Anyway.. makin dingin di kulkas, kue ini jadi kerasa makin enak loh. Selamat mencoba.



Saturday, 7 October 2017

Start Menulis Lagi

Baru-baru aja bulan septemberan, ga sengaja ke-open blog aku ini lagi setelah fakum cukup lama ("sangat lama malah"). Setelah masuk ke dunia kerja, minat nulis sudah redup. Tiga tahun belakangan ini nyaris, udah ga nulis lagi. Kalau pun publish, paling cuma share tulisan yang aku baca (dengan menyertakan sumbernya tentunya).

Masuk di tahun ketiga profesiku sebagai Buyer di dunia kerja EPC, pas banget manhour kerja aku lagi agak turun. Ya makanya kali ini aku coba buat aktif nulis lagi karena sudah ga banyak overtime lagi saat weekend. Biasanya quality time weekend bersiin mini apartemen (baca-"kosan" hehe), olahraga, nyuci, masak, nyambi nonton konten youtube orang atau tv streaming, atau baca buku, yaah kenapa engga aku juga bisa aktif buat konten berupa tulisan..kan bisa lebih produktif.

Tapi mungkin di tulisan aku versi yang terkini akan agak lebih beda temanya. Wajarlah yah tiga tahun-nan yang lalu kan tulisan masih sebagai mahasiswa. Makanya tema-temanya mungkin lebih berkutat di-sekitar situ. Sebenarnya masih ada yang nanya via email terkait tulisan ku sekian tahun yang lalu, ada yang tentang dunia perkuliahan, ada yang tentang perlajaran malah. Kalau yang tentang dunia perkuliahan mungkin masih bisa aku jawab dengan ingatan pengalaman dulu, yang mungkin sekarang kondisi realnya sudah berbeda. Karena aku yakin semakin tahun berganti kan pastinya akan kurang lebih ada perubahan terupdate yang aku ga tau. Daan yang paling sulit sebenarnya ngejawab pertanyaan yang tentang pelajaran, karena ingatan tentang "pengalaman" dibandingkan "text book" emang jauh lebih kuat yang "pengalaman" kalau aku. Jadi tanpa bermaksud "ga mau bantu", tapi takut salah kasih jawaban. Paling aku cuma bisa jabarin "seingatku" dan/atau rekomendasikan sumber bacaan yang aku inget. Dan ke depannya, tulisan tentang pelajaran-pelajaran kuliah sebaiknya sudah tidak perlu aku publish. Meskipun beberapa file nya masih ada, tapi reference text booknya sudah hilang pas pindah ke jakarta. Dan kalau pun ada bukunya aku mesti baca ulang secara keseluruhan, supaya tidak salah penjelasana. Kalau urusan baca membaca, emang aku agak perfectionist jadi ga bisa setengah-setengah. Karena as per pengelaman khususnya buku tentang manajemen, ga bisa dibaca "setengah-setengah". Mesti overall memahasi pola pikir penulis. Even bisa jadi kita baru akan nemu benang merah di menjelang bab-bab terakhir. Dan setiap bab itu ga bisa berdiri sendir-sendiri. Dan buku ilmiah atau aku biasa bilang "text book" itu kan yang nulis ga main-main yah buat, jadi emang need time untuk mengolah bahasa yang cenderung "berat" itu ke sebuah kesimpulan. Dan problemnya adalah "aku sudah lupa" dan "malas" open text book lagi euy.. hehe, sorry yah.

Meskipun kesenangan baca masih ada, sekarang minat baca ku lebih ke buku-buku yang bertema "ringan". Buku kategori "ringan" menurut ku adalah seperti buku-buku kisah perjalanan hidup seseorang (biografi/autobiografi), buku yang mengulik tentang praktek nyata memahami psikologi anak, dan sejenisnya, yang basisnya lebih berdasarkan pada pengalaman narasumber atau pun penulis. 

Aku salah satu penyuka konten-konten youtuber atau pun blogger yang ada, khususnya kreator tanah air. Aku sangat appreacited banget dengan mereka yang sudah mau effort untuk membuat dunia maya lebih "berisi". Seringlah aku dapat inspirasi atau informasi berharga dari karya mereka. 

InsyaAllah aku akan aktif lagi menulis ke depan nya. Targetnya, InsyaAllah setiap bulan (minimal) aku akan publish 2 tulisan. Dan mudah-mudahan konten tulisan yang aku buat nanti akan seru untuk di baca dan bermanfaat tentunya.


Tuesday, 26 September 2017

Nganjuk, Jawa Timur

Nganjuk sebuah nama daerah di Provinsi Jawa Timur. Di awal september ini aku secara berkebetulan datang ke daerah tersebut karena menghadiri acara nikahan sahabat, tepatnya di Kabupaten Ngajuk. Aku berngakat ke sana tanggal 08-Sep-2017 dari stasiun kereta Pasar Senen dengan menggunakan kereta kelas ekonomi.

Aku sudah prepare tiket kereta tersebut dari 2 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Dan dapat tiket berangkat hanya dengan harga yang sangat ekonomis (di bawah Rp 100,000). Hitung-hitung hematlah. 

Ternyata naik kereta api ekonomi dengan perjalanan memakan waktu sampai semalaman menurutku kurang cocok jika berekspektasi bisa istirahat (tidur) di kereta. Meskipun lingkungan sangat bersih & terasa sejuk AC namun posisi 90 derajat kursi membuat yang duduk akan sulit tidur dan lebih ga enak nya lagi bisa lelah punggung (pegal-pegal). Selain itu jika kursi penuh maka posisi kaki dan duduk akan sangat "empet-empatan". Kalau mau rileks malahan akan lebih baik jika kita duduk-duduk di kantin kereta saja.

Karena kondisi itu maka aku pun mengubah kelas kereta untuk pulang ke Jakarta ke kelas ekonomi premium. Kata teman ku ekonomi premium ke-ergonomisan kursinya jauh lebih baik. Selain itu, aku ga mau kasih ketegangan punggung karena emang aku pernah ada riwayat kena "back pain" yang dimana biaya berobatnya bisa lebih dari 4 kali lipat harga tiket eksekutif. Ya udah lah, untuk kesehatan (pikirku). Toh kalau posisi duduk bisa nyaman, kita juga bisa beristirahat (tidur) di kereta jadi sampai ke rumah InsyaAllah dalam keadaan segar.

Tanggal 9-Sep-2017 aku sampai di Nganjuk. Di sana aku secara berkebetulan juga ketemu dengan beberapa teman alumni yang juga akan menghadiri acara yang sama. Kami pun di-beri fasilitas tamu pada tempat yang sama. Kami semua totalnya ber-sepuluh jadi bisa rame-rame berangkat ke gedung tempat acara bersama.

Kabupaten Nganjuk adalah sebuah kota kecil yang minim polusi dan bangunganan-bangungan yang cenderung pendek-pendek. Ada satu-satunya alun-alun di sana yang jadi pusat tempat jalan di daerah itu.





Di sana masih banyak becak motor. Udara yang ga polusi buat naik kendaraan terbuka seperti becak motor sangat menyenangkan. Jarang-jarangnya kan bisa keliling-keliling dengan becak motor. Alhamdulillah, so happy.

Sampai di alun-alun yang berukuran sedang ini, langsung ketemu es tabu yang keliatan segar. Aku langsung beli dan benar saja segar banget dan manisnya yang khas buat keliling-keliling alun-alun ini jadi makin mengesankan. Indra mata di sajikan dengan lingkungan yang bersih, tertata, dan cukup rindang. Indra perasa bisa merasakan enak dan segarnya es tebu yang harganya hanya 3000 ribu rupiah. Indra pendenger bisa mendengar suara kendaraan dan orang-orang sekitar dan tidak seramai di ibukota. Senang sudah datang ke Nganjuk. 

Saturday, 20 August 2016

I am Indonesian

Kalau ke tanah kelahiran sendiri, Sorong, tak diakui sebagai orang sana..
Karena warna kulit yg jelas beda, rambut yg jelas beda. Jadilah orang asing (alias dianggap perantau) di tanah keliharan sendiri, dg julukan "Mba Jawa". Ya akulah si Mba Jawa, kalau sdg di Sorong..
Oke..then.. waktu merantau kuliah dan kerja di pulau Jawa. Di sini juga ga diakui orang jawa meski tampilan luar sudah 'Pas', sejenis orang jawa. Tapi berhubung bkn lahir di jawa dn saat ini ortu msh tinggal di Sorong. Jadilah aku "si Orang Papua". Ya akulah si Orang Papua, kalau sdg di Jawa.
Kalau ke Cirebon (tempat kelahiran alm. mamah), di bilang orang Sorong. Kalau ke flores (tempat kelahiran Bapa) di bilang orang Sorong.
Tapi kl di Sorong, dibilang orang Cirebon+Flores (atau lebih sering dibilang orang Jawa, Emba Jawa, kadang juga orang Flores). Hoho
Untung.. kita semua dinaungi satu rumpun besar yaitu Indonesia. Jadi ga ada yg bakalan aneh kl ngaku "Aku Orang Indonesia" hehehe
No matter suku apapun itu, yg penting Aku orang Indonesia and I love it.
Dirgahayu Republik Indonesia, 17 Agustus kemaren :D

Thursday, 28 January 2016

Greeting from me :D

Dear Pengunjung,

Selamat datang dan salam pertemanan.
Tak kenal maka kenalan lah.
:D

Panggil aku 'Dede', Seorang Alumni Mahasiswi Telkom University (Indonesia) jurusan Teknik Industri dan Program Erasmus Exchange Student di Saxion University (Netherlands), yang datang dari salah satu desa di Sorong, Papua Barat. Alhamdulillah sudah tuntas pendidikan S1 dengan mengantongi predikat Cum Laude, dan beberapa sertifikat keahlian. Saat ini aku sedang bekerja sebagai Procurement Officer di salah satu perusahaan multinasional EPC Oil and Gas di Jakarta Selatan. Tepatnya di PT. JGC Indonesia, mungkin kamu sudah pernah dengar nama nya. Atau jika belum, feel free untuk berkunjung for getting know di www.jgc-indonesia.com. hehe.
Dan..Selain bekerja sebagai profesional, aku berwirausaha bisnis online untuk beragam jenis kebutuhan (fashion, bahan, alat, ect) yang target marketnya adalah warga Sorong dan sekitarnya di daerah Papua Barat. Bisnis online ku ini bernama 'DD Collections', kamu bisa take look di page FB kami. Siapa tau berminat untuk mengorder sesuatu atau mungkin berminat untuk menjadi vendor DD Collections.
Dalam kehidupan sosial.. saat ini, aku paling bantu-bantu untuk beberapa kegiatan keislaman di kantor, di bawah naungan organisasi bernama KAMUS (Keluarga Muslim) JGC Indonesia. So kalau kamu punya referensi kontak ustadz bisa infoin ke aku, kalau-kalau kami butuh pengisi kajian kantor.
Waktu luang ku biasa ditemani secangkir capucino (tanpa gula) dan buku bacaan, ngobrol beragam hal dengan ayah tercinta, atau dengan surving di dunia maya untuk baca-baca posting, chatting, nonton youtube-an, browsing mencari ide-ide bisnis atau topik lainnya (dll), atau menulis semua yang ada di kepala ku, atau silaturahim dengan teman-teman lama, atau sekedar jalan-jalan secara random ke tempat yang aku penasaranin, atau nongkrong sambil dengerin ceramah di masjid-masjid besar, atau datang ikut itikaf (acara MABIT), atau ngemuter-muter mall (meski sering tanpa beli apa-apa :P), mmm atau sekedar duduk sendiri sambil menatap langit... ah indah nya hidup ini jika dinikmati dengan syukur dan ikhlas. :)
Email pertanyaan yang suka mampir dari blog ini biasa seputer 'how I did study in Telkom University', dan InsyaAllah selagi load pekerjaan ga sangat menyita akan aku upayakan menjawab semua pertanyaan atau diskusi. And feel free juga buat minta bantuan aku (khusus cewek), jika kalian baru pertama kali merantau ke pulau jawa dalam rangka menempuh pendidikan dan butuh bantuan ku untuk cari tau rute kendaraan atau pun sekedar nebeng bermalam di kosan ku yang deket dari kantor. InsyaAllah selama aku sempat, I am ready to help without any charge.
Blog ini sebenarnya ga hanya buka topik tentang Telkom University tapi masih banyak lainnya, yang sebenarnya adalah bagian dari perjalanan hidup ku. Baik berupa tulisan original ku atau hanya sekedar sharing tulisan dari teman. Aku ingin mengabadikannya di sini, dan mudah-mudahan bisa bawa benefit juga buat orang lain yang mungkin saja membaca nya.
Selamat membaca, Semoga bermanfaat.   :D


This is me!, how about you? 



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semoga tulisan-tulisan di blog ini bermanfaat. Kalau ada hal-hal yang ingin ditanyakan bisa melalui e-mail dede.wahyuni01@gmail.com atau facebook Dede Wahyuni Setiawati.

Thursday, 8 October 2015

Arti Dibalik Nama "Dede Wahyuni Setiawati"

Lama rasanya, sudah tidak nulis lagi. Pagi ini tanpa disengaja menemukan sebuah post-an di facebook mengenai arti nama. Spontan, jadilah aku penasaran menelisik kembali kenapa orang tua memberi nama ini untuk ku. 
Nama adalah do'a orang tua kepada anaknya. Demikian pula nama ku "Dede Wahyuni Setiawati". Asalnya, dulu aku mau dinamakan "Wahyuni Setiawati". Namun kata Bapak ku bahwa saat di dalam kandungan, aku suka merespon (dengan bergerak-gerak) jika dipanggil "Dede". Saat dikandungan, Bapak dan Mama suka memanggilku "Dede" yang maksudnya panggilan kesayangan untuk Ade.
Maka dari itu akhirnya Bapak berfikir bahwa ada baiknya ditambahkan nama sapaan "Dede" untuk ku. Meskipun beliau tidak berencana untuk mendaftarkan nama tersebut di AKTA KELAHIRAN ku. Jadi inginnya nama ku tetap "Wahyuni Setiawati", hanya saja ada nama panggilan informal yaitu Dede. 
Uniknya sebelum nama tersebut didaftarkan setelah kelahiran ku, justru kebanyakan orang mengenal bahwa bayi (aku) yang baru lahir itu bernama "Dede" sehingga terkenal dan meluaslah nama itu sebelum didaftarkan pengurusan administratif AKTA KELAHIRAN. 
Dari situlah, Bapak ku berfikir bahwa nama Dede ini bagus ditambah sebagai nama awalan "Wahyuni Setiawati" yang mereka berikan. Lagi pula sebutan Dede juga tidak asing di daerah Jawa Barat (Daerah Kelahiran Almarhumah Mama), dan di daerah Ende (Tempat kelahiran Bapak). Jadi dengan adanya nama tersebut malah orang bisa mengindikasikan (dari nama) kalau benar Aku ini orang Jawa barat (atau bisa juga Ende). 
Sementara untuk nama "Wahyuni Setiawati" yang dipersiapkan, mengandung makna:

Wahyuni: Wahyu (dalam artian Berkah) dari Allah berupa seorang anak wanita

Setiawati: Wanita yang setia

Jadi "Wahyuni Setiawati" adalah Berkah dari Allah berupa seorang bayi wanita yang kelak tumbuh menjadi wanita yang setia.


"Setia pada agama, negara, orang tua, suami, dan orang-orang yang ada di sekelilingnya. "


Bapak menambahi kisahnya, bahwa usai persalinan maka suster pun membawa ku ke ruangan bayi. Dimana ada banyak bayi yang sedang diam. Setiba suster datang ke ruangan ini, suster pun berkata:

"Selamat pagi, ini ada teman kalian.. namanya Dede."

Seketika pun semua bayi meng-owek secara kompak, seolah serempak berucap menyambut. Sambil kegirangan suster pun berkata:

"Owh ini kalian semua lagi menyambut Dede nih, hehe.."





Created by: Dede Wahyuni Setiawati

Sunday, 21 June 2015

Kumpulan Inspiring Quote

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Percaya!
Allah Pasti Selalu Memberikan Yang Terbaik. 
Semangatlah dan Jangan Bersedih! 
Dede Wahyuni Setiawati

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kamu akan melihat hikmah dari kejadian yang terjadi pada mu setelah kamu memberi jarak ketika melihatnya.
Semua yang terjadi pastilah yang terbaik. 

Syaduddin Taftazani    

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1/2 + 1/2 = 0
1 + 1 = ~
Apapun yang dilakukan setengah-setengah tidak akan menjadi apa-apa.
Dan Apapun yang dilakukan bersungguh-sungguh 100% maka hasilnya akan sangat besar (tak terhingga).

Rino Andias Nugraha  

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------











(to be continued)