Pages

Ads 468x60px

Labels

Friday, 17 November 2017

Cinta

Di dalam cinta, pasti ada kesetiaan
Di dalam cinta, pasti ada pengertian
Di dalam cinta, pasti ada kesabaran
Di dalam cinta, pasti ada kerinduan
Di dalam cinta, pasti ada kepercayaan
Di dalam cinta, wajar ada kecemburuan
Di dalam cinta, wajar ada rasa takut kehilangan

Di dalam cinta, pasti ada harapan dan do'a yang selalu mengiringi





Thursday, 16 November 2017

Quote Of The Day: "Ego"

“Manusia itu sangat aneh. Mereka memiliki ego terhadap pengetahuan yang dimiliki, tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan tentang ego mereka sendiri.” (Anonim)

Rosulullah ï·º bersabda, “Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim). Rumi pun berkata, “Berhala manusia yang paling besar adalah berhala dirinya sendiri.”

Kecerdasan, keahlian, kesuksesan dan ketenaran dapat menjadi sumber seseorang memiliki ego yang tinggi. Ia menolak kebenaran karena segala sesuatu ditimbang dari timbangannya sendiri. Ego yang berkembang tak terkendali ini akan menyebabkan berbagai penyakit hati. Harga dirinya menghalangi dirinya bersikap bijak dan adil. Lisannya merendahkan orang lain, sikapnya tidak terpuji dan perbuatannya memalukan.


Copy from: What's Up Group

Friday, 10 November 2017

3 Gambaran Umum Jurusan Teknik Industri Itu Belajar Apa Sih?

Dear sahabat pembaca, Hari ini aku mau nulis bebas dulu yah..
Yah jadi dari sekian banyak tulisan di blog ini, yang paling banyak pertanyaan masuk ke email ku adalah masih seputar Jurusan Teknik Industri (TI), Telkom University (almamater ku), dan experience belajar.

Maka kali ini aku coba menulis "secara umum" yang merupakan rangkuman jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu yah. Semoga saja bermafaat karena mayoritas dari penanya biasanya kelas 3-an SMA yang mana aku juga pernah merasakan kebingungan yang sama pada masa itu.
Meskipun pada tulisan ku sebelumnya (http://dedewahyunisetiawati.blogspot.co.id/2017/10/start-menulis-lagi.html), kan aku bilang akan membuat tulisan-tulisan dengan tema yang baru (tidak dunia kampus) tapi (kalau diperhatikan) why not menulis ini kalau bisa bermanfaat buat yang membaca. Apa lagi informasi seputar ini masih banyak dibutuhkan meskipun tulisan utamanya (http://dedewahyunisetiawati.blogspot.co.id/2014/07/7-alasan-saya-beruntung-masuk-teknik.html) sudah 4 tahun yang lalu.

Hanya saja yang perlu di-notes, ini berdasarkan experience aku berkuliah (dari tahun 2010-2014) di TI Telkom University yah.. jadi "mungkin saja" akan berbeda untuk universitas lain.

Ini dia 3 Gambaran Umum Kuliah di Jurusan Teknik Industri:


1. Bukan 100% mahasiswa belajar ilmu sains

Meskipun jurusan teknik sangat identik tapi pelajaran berbau sains seperti Fisika, Kimia, Matematika, dan semua pelajaran turnan-nya, namun khususnya jurusan teknik industri (TI) bukanlah 100% akan belajar itu-itu saja.
Di awal-awal semester kita akan dihadapkan dengan ilmu sains dan turunannya, seperti kalkulus, fisika dasar, kimia, statistika dan beberapa mata kuliah lain yang lumayan "menakutkan" buat sebagian mahasiswa yaang tidak suka hitungan atau pun ilmu pasti.
Namun mata kuliah seperti ini semakin lama akan di-imbangi dengan beragam jenis mata kuliah lain yang berupa perkenalan beberapa sub-bidang dari ke-teknik industrian. Dan perlu diketahui bahwa salah satu dari sub-bidang TI ada juga yang berfokus ke manajemen nya. 
Pada semester menjelang pertengahan adalah masa transisi dimana kita diberi berbagai pengenalan/dasar dari sub-bidang tersebut. Situasi belajar kita akan imbang, tidak hanya ilmu pasti tapi juga ilmu teknis dasar. Akan banyak praktikum yang membuat mahasiswa semakin punya gambaran pada bidang yang nanti akan ditekuni.
Masuk ke semester-semester akhir, kita akan diminta memilih bidang atau istilahkan Keprofesin (keprof.) untuk ditekuni. 
Saat itu aku memilih yang manajemen. Dan bisa bilang matakuiah ku tentang ilmu pasti sudah mulai kurang, bahkan bisa dibilang sudah tidak ada!. Asik kan. Sebenarnya, kenapa aku pilih manajemen waktu itu karena kebetulan aku sudah ada bahan penelitian dari lomba yang pernah aku ikuti di semester awal yang topiknya lebih ke manajemen. Karena Alhamdulillah waktu di lomba itu, aku memang masuk 10 besar nasional jadi aku simpulkan InsyAllah aku punya potensi untuk gali lebih dalam sub-bidang ilmu ini.
Dan bonusnya sudah pasti, aku tidak perlu lagi berlatih soal-soal hitungan, menghafal rumus, punya kalkulator saintis, ngoprek-ngoprek aplikasi produksi manufacturing, dll yang ke arah teknik. Yang menyenangkan aku bisa banyak baca, dimana aku memang suka melakukan aktifitas baca so I don't worry with it. Aku juga jadi  belajar untuk mesti bisa kontrol diri dalam melakukan efective communication, berani presentasi, meyakinkan orang, berkomunikasi, dll yang intinya terkait dengan manajeman pemasaran. Karena aku milih sesuatu yang I passion it. Jadi yah, datang kuliah jadi semakin have fun. Tapi apapun itu pilihan keprof semuanya pada dasarnya bagus, tergantung ketertarikan masing-masing.

2. Komposisi mahasiswa (laki-laki) dan mahasiswi (perempuan) seimbang
Kalau hitungnya secara general sebelum pengkhususan keprofesian, perbandingannya imbang. Tapi kalau setelah pengkhususan, khususnya di manajemen akan banyak wanitanya.

3. Susah Itu Relatif
Sulit ga masuk TI? Jawabannya relatif. Kalau melakukan yang terbaik dengan berdo'a, belajar, dan berlatih InsyaAllah bisa mudah. Tapi kalau tidak bersungguh-sungguh, tidak berdo'a, belajar, dan berlatih yah bisa sulit bahkan sangat sulit malah.

4. Ospek itu adalah masa terbaik dalam "life cycle" kehidupan kampus
Kalau ada yang nanya apa bener ospek itu nakutin maka jawaban ku tergantung dimana kuliah nya kali yah. Khususnya kalo di kampus ku dulu justru jawabannya berkalikan. Yakni ospek adalah bagian yang menyenangkan untuk dihadapi. Kagiatannya seru-seru, menantang tapi dalam batas wajar, memperat bonding antara individu-individu yang baru kenal sebagai mahasiswa baru, memberikan inspirasi dan motivasi untuk menyambut masa kuliah dengan semangat berprestasi dan bahagia.
I could say, it is the best part in campus life cycle. Sakingan begitu memorablenya, sampai-sampai panitia ospek (kakak-kakak tingkat) dalam menyambut mahasiswa baru selalu dilatih sedemikian rupa dangan standard class yang tinggi. Proud banget pasti jadi mereka.
Jadi bisa aku ibaratkan.. mahasiswa itu ibarat "balita" dan panitia itu ibaratkan "orang tua". Dan masa tumbuh balita diibaratkan "ospek" nya. Jadi momen ospek adalah di mana bayi sangat berketergantungan sama orang tua, happy tatkala melihat mereka, nangis tatkala ditinggal, manja, nurut, polos. Dan orang tua yang dengan penuh cintanya senantiasa memonitor balitanya, memomong dengan sabar, but sometimes mesti pura-pura untuk tegas ngelepas balitanya buat belajar jalan terus ditangkap kalo mau jatuh yang tidak lain dan tidak bukan untuk mempersiapkan balita-nya menjadi anak yang mengenal dan siap menghadapi kenyataan di luar sana. Masa balita itu cepat jadi manfaatkan momen itu untuk dinikmati dan diresapi segala benefitnya. Ya begitulah..



Karena yang aku tuliskan ini adalah experience 4 tahun yang lalu, kemungkinan sudah banyak update yang belum aku tau so just keep this information as your additional reference. InsyaAllah di next tulisannya, aku akan coba survey dan cari tau lagi kondisi terupdate tentang Teknik Industri lalu share di blog ini. See you di next tulisan.


Thursday, 2 November 2017

Tipe-Tipe Vendor atau Pemasok (Sebelum dan Sesudah Proses Bidding)

Dalam melaksanakan suatu proyek pembangungan, tentunya suatu kontraktor akan mencari material-material yang dibutuhkan dari para pemasok. Yang akan berinteraksi dengan pemasok, siapa lagi kalau bukan bagian Pengadaann atau Procurement. 
Berikut ini beberapa tipe-tipe vendor atau pemasok ditinjau dari sebelum dan sesudah proses bidding versi dedewahyunisetiawati.blogspot.co.id:

1. Antusias saat menawarkan, Setelah dibeli Pelaksanaan Malas-malasan
Sebagai penjual sangatlah lumrah jika melakukan berbagai cara untuk meyakinkan bahwa produknya adalah yang terbaik. Karena pada masa awal bidding mereka berkompetisi dengan sekian banyak vendor-vendor lainnya yang juga sangat antusias untuk mendapatkan purchase order (PO). Namun yang menjadi klise adalah dimana ada juga ternyata vendor yang hanya mengejar "Sales Target" tanpa di-imbangi dengan kemauan untuk memuaskan pembelinya atau minimal memenuhi kewajiban-nya sesuai jadwal.
Mulai dari telat mensubmit dokumen-dokumen pra-produksi bisa jadi tanda "kemalas-malasan". Berlanjut dengan sangat lama merespon email terkait permintaan laporan progress mereka atau bahkan sampai sulit untuk dihubugi. Dan yang paling ekstream adalah ada saja vendor yang secara terangan-terangan memberi jawaban bahwa "mereka malas atau capek" untuk memfollow up orderan kita atau bisa juga menyampaikan bahwa "ada orderan perusahaan lain yang jauh lebih penting".
Bisa dibayangkan jika yang sudah tertulis resmi di kotrak saja bisa tidak komit. Apalagi vendor sejenis ini, kita ikat order hanya dengan verbally (kesepakatan terucap). Hal sangat berbahaya.

2. Santai saat menawarkan, Setelah dibeli Eksekusi sangat mulus
Berbeda dengan tipe sebelumnya, vendor ini mengikuti proses awak bidding dengan santai. Tidak menunjukan bahwa mereka benar-benar ingin mendapatkan order. Mereka sangat menunjukan hal-hal teknis dengan sebaik menurut mereka. Teknikal mereka sesuai yang dibutuhkan lalu harga mereka tidak mau dinego alias "harga pas". Jadi menang atau tidak menang bagi mereka itu tergantung pembeli apakah merasa butuh atau tidak. Namun demikian harga yang mereka tawarkan dari pun relatif sudah murah. Sepertinya mereka punya unit price calculation yang sangat baik. Membuat mereka bisa percaya diri bahwa meskipun "santai", pembeli akan membutuhkan mereka. Because they are worth it.
Setelah pembelian pun, mereka tidak begitu banyak kesulitan untuk memenuhi produk yang mereka janjikan sesuai jadwal. Hal ini tentunya didukung dengan jam terbang mereka sudah banyak. Maka pembeli tidak perlu banyak kontrol dan push, mereka sudah tahu apa yang mesti mereka lalukan. Dan produk datang tepat waktu, sesuai kualitas yang diharapkan. Good Job!.

3. Cekatan saat menwarkan, Setelah dibeli Pelaksanaan juga sangat baik
Ada juga vendor atau pemasok yang tidak begitu banyak janji atau promosi namun hanya selalu merespon dengan cekat (cepat dan tepat). Hal ini membuat proses awal bidding menjadi lebih lancar tanpa perlu kegiatan expedite yang berlebihan bahkan tidak perlu sama sekali.
Vendor seperti ini memang pada dasarnya sudah terkenal dengan produk yang bagus dan harga yang kompetitif sehingga mereka mengoptimumkan pelayanan yang responsif untuk menyempurnakan deliverable darri produk itu sendiri. At the end hasil produknya dan jadwal pengiriman produk mereka pun sangat baik. Vendor seperti ini akan masuk dalam rekomendasi vendor untuk proyek lainnya, khususnya pada proyek yang ketat dalam hal schedule. Karena keseluruhan performansi mereka lakukan dengan profesional yang sangat komit pada on time delivery.

4. "Sombong" saat menawarkan, Setelah dibeli Order datang terlambat (delay)
"Sombong" dalam konteks ini maksudnya adalah vendor tersebut sangat tidak mau ada tawar-menawar. Mereka sangat yakin dengan kepantasan harga yang mereka cantumkan dengan kualitas serta pelayanan yang mereka miliki. Meskipun kita menginformasikan bahkan menunjukan bukti bahwa harga mereka itu sangat mahal atau jauh lebih tinggi dari pada harga pasar untuk produk yang sama. Ada 2 kemungkinan kenapa vendor bertindak demikian, (1) produknya menggunakan bahan, proses yang eksklusif, serta deliver yang sesuai jadwal; atau (2) mereka memanfaatkan waktu terdesak yang sedang kita alami.
Untuk alasan kedua ini sangat buruk, mereka sangat opportunis sehingga tidak mempedulikan kerugian pembeli dengan keyakinan bahwa waktu sudah sangat terdesak sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk mencari yang lain.
Dan yang memalukan, kepercayaan diri tersebut tidak di-imbangi hasil yang diberikan dimana produk yang datang terlambat meski secara kualitas sesuai yang diharapkan. Untuk vendor yang bertanggung jawab, mereka pasti akan meminta maaf dengan penyesalan. Karena harga mahal mereka tidak sepenuhnya dapat dipertanggung-jawabkan. Sementara untuk vendor yang kurang memiliki kesadaran, keterlambatan tersebut tidak menjadi masalah berarti bagi mereka untuk meminta maaf bahkan yang ada mereka hanya akan terus "mengeles". Vendor seperti ini tidak tepat untuk dijadikan rekanan untuk hubungan kerja sama jangka panjang.

5. "Sombong" saat menawarkan, Setelah dibeli Eksekusi baik dan produk sangat berkualitas
Tipe ini sama dengan tipe sebelumnya ("Sombong") tapi performansi mereka sesuai dengan harga yang pembeli bayar. Atau istilahnya "ada harga, ada rupa". Sekalipun harga yang mesti dibayakan mahal namun itu semua terbayarkan. Terutama dalam hal delivery schedule sesuai yag mereka komit maka itu dipenuhi.

6. Cooperative saat menwarkan, Setelah dibeli Banyak ngeles dan memanipulasi 
Pada keadaan tertentu baik karena pertimbangan budgetary saat proposal ke client yang sangat terbatas atau pun karena satu dan lain hal kebijakan baru yang muncul, pembeli merequest bantuan vendor-vendor untuk dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Beberapa vendor mungkil akan mentah-mentah menolak karena mereka merasa bisa menemukan pembeli lain yang labih "menghasilkan". Namun demikian akan ada pula beberapa atau satu diantara vendor yang akan bersedia bekerja sama dalam keadaan apapun yang dialami calon pembelinya. Ini adalah tindakan yang sangat diapresiasi oleh calon pembeli, baik personal buyer (procurement) yang bersangkutan secara khusus atau lembaga perusahaan pembeli tersebut.
Namun yang malangnya, tidak semua yang kelihatan "baik" itu "baik". Ditemukan pula bahwa masih ada saja, pensuply (atau vendor) yang memanfaatkan momen ini untuk memanipulasi kontrak pada saat eksekusi barang yang dibeli. Dengan banyak alasan alias ngeles mereka akan menuntut agar pembeli yang katanya mau ditolong malah menjadi dirugikan (diporotin). Mereka memanfaatkan kondisi bahwa pembeli tidak mungki lagi dapat berkutik ke vendor lain. Karena waktu sudah terlanjur berjalan dan dana sudah terlanjur dikucurkan untuk mereka sejak awal. Kalau pun pembeli sampai sangat merugi, mereka tidak akan peduli. Tipe vendor seperti ini bisa dipastikan 95% tidak akan masuk dalam list vendor pada proyek selanjutnya.
Karena meskipun kualitas produk suatu vendor bagus, namun performasi pelayanan dirasa merugikan dan menjebak maka hal ini akan menjadi lesson & learnt bagi pembeli untuk berupaya menghindari mereka ke depannya. Dan hal ini akan berdampak buruk bagi citra vendor tersebut. Karena testimonial adalah bagian dari metode "meyakinkan customer" yang terbaik, baik itu meyakinkan dalam konteks positif maupun negatif.

7. Cooperative saat menwarkan, Setelah dibeli Pelayanan sangat bagus dan full support
Tipe ini adalah vendor yang paling disukai oleh pembeli. Mereka sangat cooperative dan juga qualified. Pembeli tidak akan enggan untuk melakukan repeat order bahkan menandai mereka sebagai vendor yang direkomendasikan untuk proyek-proyek selanjutnya.


Dari kesemua tipe di atas, mungkin saja kamu punya versi lainnya. Silahkan komen di bawah.
Picture Source: vendorpricebook.com


Saturday, 28 October 2017

5 Makan/Minuman di Go-food yang Ter-favorite

Go-food adalah aplikasi berbelanja makanan online di mana pembeli menitipkan uangnya untuk membelikan jenis makanan tertentu dari warung makan, toko makanan, atau pun caffe & restaurant yang telah ber-rekanan dengan go-food. Namun pembeli juga akan dikenai sejumlah biaya pengiriman sesuai jarak tempuh tempat penjual makanan ke pembeli makanan tersebut.

Go-food adalah cabang service yang dilakukan oleh PT. Gojek Indonesia. Sebagaimana kita semua sudah sangat akrab dan tentunya kenal dengan aplukasi transportasi online yang tidak lain merupakan karya anak bangsa (Indonesia) ini.

Tapi mungkin untuk go-food sendiri lebih terkenal di kota-kota besar, khususnya Ibu Kota DKI Jakarta tempat aku bekerja ini. Karena majority di DKI Jakarta adalah metropolitan yang menjadi pusat perkantoran di Indonesia, membuat kebanyakan "kami" penghuninya lebih sering berkutat di perkantoran. Di tambah dengan demografis karyawan kantoran DKI Jakarta yang bermukin lumayan jauh dari kantornya, dan lalu lintas yang serba macet membuat kepraktisan dalam memperoleh makanan jadi sesuatu yang sangat bermanfaat. Inilah salah satu faktor kenapa go-food menjadi familiar di Ibu Kota ini.

Ada beberapa menu favorite (kesukaan aku, dan ada juga yang kesukaan teman-teman kantor) yang bisa jadi referensi kalian.
  1. Kopi Susu Tetangga (Tuku)
  2. Pisang Goreng Kepal (Zuppa Keju Lumer)
  3. Egg Salted Yolk Chiken Rice (Eatlah)
  4. Roti Boy (Rotiboy)
  5. Bubur Ayam Special (Bubur Ayam "Enjoy Aja" (Mas Yanto khas Pemalang)
Favorite teman-teman sekantor yang nomor satu, kopi susu tetangga. Apalagi kalau sudah mulai jam-jam ngantuk pas ngantor, enaknya kan minum kopi. Dan kopi susu tetangga ini dari segi rasa kopi nya itu sendiri emang ga kalah dengan kopi-kopi di caffe yang harganya bisa dua kali lipat.
Sementara kopi-kopi di Tuku bisa dibeli hanya dengan Rp 18,000. Mengenai taste, silahkan dicoba saja biar lebih jelas. Kalau penikmat kopi pasti bisa notice mana kopi berkualitas kan. Dan menurut ku ini sudah bisa masuk kategori "berkualitas" so worth it lah dengan harga segitu.

Selebihnya adalah rekomendasi dari aku pribadi. Karena semua list di-atas adalah makanan di go-food yang aku order berkali-kali. Tentunya selera setiap orang mungkin berbeda-beda. Dan karena rasa ga bisa explain precisely, lebih baik nyoba deh. Anyway, rate harga makanan yang aku beli di atas termasuk di "midle price" (Rp 11,500 - 18,000). Dan yang paling mahal cuma Egg Salted (Rp 40,500) tapi memang harga normal Egg Salted memang sekitaran segitu.

Last point tentang egg salted (nomor 3), ini adalah kuliner jenis "Street Food". Yang mungkin sudah mulai banyak bertebaran bran-brand lain yang menyajikan Egg Salted selain Eatlah. Tapi disini kenapa aku me-rekomendasikannya Egg Salted, itu karena dari first "taste impresion" aku sudah suka dengan rasa makanan mereka. Jadi ga mau neko-neko, kalau suka yah ga perlu coba sana-sini lagi (simple). 

Selamat mencoba. 




Tuesday, 17 October 2017

Bahaya Stroke

Sudah sejak lama saya dengar nama salah satu penyakit mematikan ini. Dulu teman saya pernah cerita bahwa neneknya sempat kena stroke setengah bagian tubuhnya sehingga tidak dapat berfungsi. Alhamdulillah stroke nenek-nya akhirnya dapat disembuhkan, meskipun tetap dalam monitor perawatan.

Dan baru saja kemaren, salah rekan kerja saya di perusahaan meninggal dunia akibat serangan stroke karena pendarahan diotak. Sekitar 3 hari beliau koma lalu tidak dapat selamatkan (berpulang). 
Kejadian ini sontak membuat seluruh karyawan lainnya merasakan simpati dan berduka. Ini pertama kalinya selama di perusahaan, ada karyawan yang meninggal dunia. Di saat kabar duka itu dekat dengan lingkungan kita, rasa kuatir juga datang menyelimuti. Kuatir pada sedemikian bahaya nya stroke, dan bertanya-tanya akan apa penyebab stroke dan bagaimana cara mencegahnya?.

Maka saya langsung mencoba mencari video yang membahas terkait stroke. Dan berikut saya sekilas mengulang beberapa point tentang stroke dari yang saya tonton pada video tersebut.

  • Stroke adalah salah satu pembunuh tersebar di dunia.
  • Stroke (sederhananya) diakibatkan karena adanya pembuluh darah yang tersumbat. 
  • Salah satu faktor yang banyak memicu terjadinya stroke (penyumbatan pembuluh darah) adalah karena hypertensi.
  • Penyebab pada dasarnya banyak, diantaranya yakni hypertensi, pola hidup tidak sehat, merokok, diabetes, kelainan genetik, dan lain-lain.
  • Olahraga & pola hidup sehat adalah beberapa diantara bentuk pencegahan stroke.
  • Indikasi stroke antara lain adalah pandangan merabun, bibir "mencong", ada bagian tubuh yang tidak bisa digerakan, dll.
  • Jika ada indikasi stroke segera konsultasikan ke dokter.
  • Orang yang tumbang akibat stroke harus segera mendapat pertolongan "emergency" dari dokter dalam 3 jam. Jika lebih dari itu maka nyawa orang tersebut akan sulit diselamatkan. Maka dari itu upayakan perjalanan ke Rumah sakit tidak memakan waktu sangat lama agar dokter masih memiliki waktu-nya untuk memberikan pertolongan.

Demikian beberapa list yang masih saya ingat. Silahkan menambahkan jika ada lagi list yang kalian tahu.