Pages

Ads 468x60px

Labels

Thursday, 25 June 2020

Biaya Transportasi Kerja Bulanan (Jakarta Timur/Bekasi - Jakarta Selatan)

Jakarta adalah pusat bisnis di Indonesia. Banyak sekali masyarakat di sekitar Jabodetabek yang berprofesi sebagai karyawan di berbagai perusahaan baik swasta, BUMN, mau pun kepemerintahan. Di tulisan blog kali ini, saya akan menjabarkan biaya transportasi umum setiap bulan bekerja untuk jalur Jakarta Timur ke Jakarta Selatan. Case perhitungan ini diambil dari pengalaman pribadi saya yang tinggal di Jakarta Timur (tepatnya di Pondok Kelapa) dengan posisi kantor di Jakarta Selatan (tepatnya di Cilandak). 
Sebagai informasi di sekitaran Jabodetabek terhubung beragam jenis transportasi umum, yakni:
  1. Busway Transjakarta
  2. Busway Transjabodetabek
  3. Bus Antar Kota
  4. Metromini
  5. Angkot
  6. Taxi
  7. KRL Commuterline
  8. MRT
  9. Ojek Online (Go-jek/ Grab-bike)
  10. Mobil Online (Go-car/ Grab-car)
Diantara beragam jenis di atas, biaya per km termurah adalah dengan menggunakan KRL Commuterline. Namun tidak semua area memiliki akses yang dekat dengan stasiun KRL. Dan biaya per km termahal adalah dengan menggunakan Taxi atau pun Mobil Online. Hal ini sepadan dengan kenyamanan dan keamanan fasilitas yang diberikan tentunya.
Dari segi kecepatan gerak per km, janis transportasi yang paling tepat adalah MRT. Namun sayang nya lintasan MRT sekarang masih sedikit jadi bisa dikombinasikan dengan Ojek Online untuk mencapai daerah yang dituju dengan waktu secepat-cepat nya.
Untuk karyawan wanita (karyawati) yang kerja full day (8 jam sehari) yang tinggal di pinggiran jakarta & bekerja di pusat jakarta, meskipun keluar (pulang) kantor jam 4 atau jam 5 sore akan sangat tidak masuk akal bisa sampai rumah sebelum matahari terbenam. Maka sangat penting juga untuk memprioritaskan keamanan & kenyamanan dalam perjalanan pergi-pulang bekerja. Makadari itu beberapa opsi kendaraan yang menurut saya cukup aman & nyaman adalah dengan MRT, Busway, Ojek Online, &/atau Mobil Online.
Saya biasa menggunakan kombinasi kendaraan MRT, Busway (baik Transjakarta/ Transjabodetabek), & Ojek Online. Alasan nya Busway realtif aman dari pencopet, drivernya tidak ugal-ugalan di jalan, nyaman karena menggunakan AC, ekonomis, dan setidak nya masih lumayan ada tempat duduk yang tersedia. Meskipun jalan nya lebih lambat karena tetap bisa terkena macet & terlalu mengikuti SOP laju kendaraan. Untuk mengakselerasi kecepatan, saya lanjutkan perjalanan menggunakan MRT. Karena beruntungnya halte busway sudah banyak yang terintegrasi dengan stasiun MRT. Di stasiun MRT juga bersih, modern, dan banyak fasilitas (termasuk mini mart & mushala). Saya selalu menikmati momen transit di staiun MRT, karena jadi kebawa suasana saat bekerja di jepang dulu. Dan Ojek Online adalah pelengkap segala kebutuhan. Karena sangat fleksibel, bisa dipesan dari mana pun. Dan lumayan cepat, jika sedang tidak macet. Contohnya, jika saya merasa kelamaan menunggu busway maka langsung saja order Ojek Online. Atau jika saya tidak tahu cara menuju ke alamat yang saya cari maka langsung saja order Ojek Online. Sesimpel itu!. Tarif nya "so-so", tidak murah tapi tidak juga mahal. Ketimbang waktu saya tertukar untuk nyasar-nyasar cari alamat atau menunggu ketidakpastian busway yang tidak nongol-nongol.
Berikut ini rincian biaya pergi-pulang bekerja saya dengan rute Pondok Kelapa - Jakarta Selatan,

A. Pergi Kerja,
  1. Rumah ke halte Busway Transjabodetabek terdekat (di Tol Jatibening) dengan Ojek Online: Rp 12,000;
  2. Dari Pintu Tol Jatibening ke tujuan MRT Senayan dengan Busway Transjabodetabek (rute Block M): Rp 16,000;
  3. Setelah turun di stasiun MRT Senayan, saya lanjut mengambil MRT (rute Lebak Bulus) untuk turun di stasiun MRT Fatmawati: Rp 9000;
  4. Hanya dalam 14 menit sudah sampai di stasiun MRT Fatmawati. Posisi stasiun sudah dekat gendung kantor saya, maka ada 2 opsi. Bisa naik Ojek Online, atau jika saya santai bisa dengan hanya berjalan kaki. Tapi saya biasa lebih sering lanjut pesan Ojek Online yang banyak mangkal tepat di samping stasiun. Jadi Ojek Online dari stasiun MRT ke kantor: Rp 10,000;
Maka total biaya pergi kerja saja adalah Rp 47,000;/ sekali jalan pergi. Selanjutnya kita point B.
B. Pulang Kerja
  1. Dari kantor ke stasiun MRT terdekat (MRT Fatmawati) dengan Busway Transjakarta yang selalu lewat samping kantor: Rp 3,500;
  2.  Di Stasiun MRT Fatmawati saya ambil MRT (rute Bundaran HI) untuk turun di stasiun MRT Senayan: Rp 9000;
  3. Setiba di stasiun MRT Senayan saya biasa istirahat shalat magrib dulu jika sudah keburu azan magrib. Namun jika belum, saya langsung menuju ke luar stasiun untuk menyetop Busway Transjabodetabek (Rute Bekasi atau Pintu Tol Jatibening) untuk turun di jatibening: Rp 16,000;
  4. Sesampai di jatibening akan ada mushala kecil yang bisa digunakan untuk shalat magrib, jika belum shalat. Lalu setelah itu saya melanjutkan perjalanan dengan Ojek Online untuk tujuan ke rumah: Rp 12,000;
Maka total biaya pergi kerja saja adalah Rp 40,500;/ sekali jalan pulang.

Jika ditotal makan biaya per sekali jalan pergi dan pulang adalah Rp 47,000; + Rp 40,500; = Rp 87,500;. Dengan asumsi satu bulan adalah 4 minggu kerja. Dan 1 minggu kerja adalah 5 hari kerja. Maka satu bulan kerja terdiri dari 20 hari kerja (paling minimal). Maka selama satu bulan kerja diperlukan Rp 87,500; x 20 hari = Rp 1,750,000; untuk biaya transportasi bekerja. 
Nah yang menggelitik adalah kira-kira biaya transportasi ini berapa persen dari gaji karyawan mayoritas di jakarta nya ya. Atau apakah ada tunjuangan transportasi sejumlah ini dari perusahaan tempat bekerja. Selamat mencari nafkah di Ibu Kota & Semoga berkah!.



Tuesday, 17 December 2019

Review Dewy Cushion Pixy Make It Glow (Shade No. 201)

Kali ini aku mau review product yang dari tahun kemaren mulai hits bermunculan di review vloger-vloger Indonesia, yaitu Dewy Cushion dari Pixy Make It Glow. Produk ini adalah kompetitor langsung dari serries brand Wardah yang bertemakan "Glowing" juga. Karena aku ini kalau beli produk ga pernah mau mubadzir, alias harus pake sampe habis. Jadi sebelum memutuskan membeli, aku study dulu ke beberapa video youtube melihat hasil aplikasi dari produk ini versus produk kompetitor (Wardah) yang sejenis. Dan dari hasil survey internet ku, Pixy mendapatkan impresi positive yang lebih banyak. Dan juga considering aku pernah ga cocok dengan salah satu produk pembersih wajahnya Wardah jadi untuk kali ini aku mempercayakan Pixy saja dulu. 

Picture Source: tokopedia.com

Aku beli langsung dari counter resmi, alasannya karena saat itu pembelian pertama ku supaya bisa tes-tes shade terlebih dahulu. Setelah tes oles-oles semua shadenya & di bawa jalan bentar, hasil akhir menunjukan shade nomor 201 lah yang paling cocok sama aku. Dan seperti biasa, aku minta second opinion penjaga counter "ini cocok kan mba?, atau yang ini ya?". Padahal si udah punya preferensi shade bahkan sebelum dateng. Ini aku lakukan untuk meconfirm aja bahwa yang paling oke itu memang shade 201 untuk aku. Kenapa begitu, karena aku punya prinsip "zero wasting" untuk make up. Kalau udah beli pokok nya harus habis, mau suka mau ga suka. Jadi dari pada beli lagi buat ganti shade, mending upayain dapat shade yang memang udah sesuai dari awal. Supaya next time tinggal repeat order aja kalau emang bahannya juga ga bikin masalah (cocok) di wajah.

Picture Source: pixy.co.id

Impresi pertama waktu make cushion ini adalah kesimple-an nya. Karena aplikasi di wajah tinggal tap-tap di wajah nya lebih mudah dari pada pake jenis cream yang biasa aku pakai. Dan hasilnya di wajah pun beneran glowing, cukup natural untuk shade wajah aku, & tidak berasa berat. 
Sebenarnya pemakaian make up ala aku itu biar lebih "Presentable" aja si buat ngantor. Secara warna kulit wajah ku ada yg ga rata, & sometime agak kusem kalau udah siang. Jadi bedak aku butuhin buat warna jadi rata, ga kusem, dan kalau bisa glowing. Alhamdulillah semua ini aku dapat dari Dewy Cushion punya nya Pixy Make It Glow ini. 
Dari appearance yang confirm aku udah cocok ini, kabar baiknya bahan cushion ini pun cocok sama aku. Dalam masa penggunaan so far ga pernah ada masalah kulit. Jadi Alhamdulillah saat ini aku udah repeat order kedua buat produk ini. Harganya ga mahal kok, kalau aku beli di counter resmi cuman Rp 125,000-an kalau ga salah. Kalau di online shop pasti banyak yang lebih murah lagi.
Pagi-pagi saat mau beraktifitas aku make up, lalu kalau udah kehapus wudhu (karena wudhu ku bener-bener ngusap wajah) tinggal touch up sedikit deh. 
Itu dia hasil hinest review pribadi ku. Fyi, sampai saat ini aku masih pengguna produk ini dan tetap berencana buat repeat order lagi. Bagi kalian yang mencari value product dengan hasil glowing, selamat mencoba!. :)  
    

Monday, 10 June 2019

Review Wardah Exclusive Matte Lip Cream

Produk Wardah selanjutnya yang akan aku review adalah produk lip cream-nya. Setelah waktu cukup lama ga lagi pake produk lip cream dikarenakan sedang giat berhemat. Karena aku punya rule untuk tidak berketergantungan dengan produk konsumtif yang masih bisa dikatakan bukan kebutuhan primer. Kecuali jika produk konsumtif itu ekonomis tapi juga good quality. Ekspektasi aku saat beli lip cream wardah ga banyak. Intinya karena aku sedang ingin sedikit mengimprove tampakan bibir aku aja, khususnya untuk acara-acara formal kayak meeting atau visiting stake holder dalam hal pekerjaan sebagai karyawati.


Gamber. Lip Cream Wardah
Sumber Gambar: Googe Picture

Harga lip cream ini hanya sekitar 50 ribu-an, bisa dikatakan murah untuk lip cream sejenisnya. Tekstur & konsistensinya juga enak banget. Sama warnanya general untuk dipake buat suasana formal maupun kasual. Cuma memang after aplikasi akan terasa agak kering jadi baiknya bibir kita sudah dilapisi dengan lip balm dulu. Tingkat ketahanan sangat baik, karena cukup awet seharian jika tidak makan & minum berlebihan. Hasil aplikasinya mirip kayak NYX Lip Cream. Wardah juga punya pilihan warna yang cukup banyak untuk jenis lip ini.

Belakangan ini juga aku juga bikin ombre color dengan cara pakai lip ini yang warna nudenya, lalu lapisin dengan jenis lipstik lain yang warna nya lebih terang & glossy. Lucu juga hasilnya untuk make up natural.

Wednesday, 5 December 2018

SIMULASI LIVING COST DI JAKARTA (MASAK SENDIRI VS BELI DI LUAR)

*tidak konsider sarapan pagi
**pluls allowance jajan 150ribu per bulan
***tidak konsider transportasi cost

Tuesday, 20 November 2018

Jalan-jalan ke Tokyo, Jepang

Tokyo terletak tidak jauh dari kota tempat ku bekerja, hanya sekitar 30 menit dengan kereta. Dalam 3 minggu belakangan ini, aku sudah 2 kali ke sana. Perjalanan pertama dengan rombongan rekan-rekan sekantor yang kebetulan mau beli oleh-oleh buat balik ke Indonesia. Dan perjalanan kedua dengan rombongan rekan-rekan sekantor untuk sekedar jalan-jalan meng-explore tokyo khususnya di Imperial Garden yang terletak dekat stasiun tokyo.

Nah ini aku kelompokin perjalanan ke tokyo yang aku lakukan bareng teman-teman saat di jepang..

I. Perjalanan Pertama (Nyari Oleh-oleh)
I. A. Shabuhachi
Kami mulai perjalanan jam 9-nan pagi lalu turun di Shabuhachi. Tentu tau untuk apa, ya untuk berfoto mainstream dengan patung anjing hachiko yang terkenal di seluruh dunia itu. Patung ini memliki sejarah yang bervalur, yaitu tentang kesetiaan. Dikisahkan dari kejadian nyata bahwa du jepang pernah hidup seekor anjing. Anjing sangat dekat dengan tuannya & setiap hari menjemput  tuannya pulang di stasiun Shibuya. Namun dihari naas itu tuannya  meninggal dunia setelah berangkat bekerja. Hachiko tidak tau bahwa tuannya telah meninggal. Ia tetap menunggu dengan setia tuannya di depan stasiun Shibuya di tempat seperti biasanya. More story, check link ini https://id.wikipedia.org/wiki/Hachik%C5%8D . 

I.B. Kuil
Engga tau nama kuilnya apa, tapi salah satu kuil ramai oleh tourist di tokyo. Katanya sih suasananya mirip di kyoto.."Katanya". Cuma karena ga pernah ke kyoto jadi nggak tau juga (ga bisa bandingin). Suasananya bangunan-bangunan khas jepang banget. Dan banyak yang pake kimono juga. Kami sempat mampir sebentar beli es cream roti rasa matcha yang enak banget. Saking enaknya, rasanya masih keinget. hehe
Pas mau arah kaluar, ada sajian teh ocha gratis dari suatu brand di jepang. Alhamdulillah, duduk dulu minum teh anget. Lalu next selanjutnya adalah ke sky tree yang letaknya ga terlalu jauh dari kuil ini.

I. C. Sky Tree
Sky tree adalah tower tertinggi di jepang setelah sebelumnya dipegang oleh tokyo tower. Tempat ini juga jadi incaran banyak tourist untuk berfoto atau sekedar duduk memandangi nya di pinggir sungai sebrang tower itu berdiri. Saat masuk malam, lampu-lampu pada tower ini akan dinyalakan. Sehingga benderangnya kontras dengan wajah jepang di malam hari yang cenderung gelap di banding Indonesia. Kenapa gelap? Karena mungkin memang kebijakannya di jepang, lampu-lampu jalan pada malam hari tidak begitu banyak yang dinyalakan.

I. D. Yadobashi Tokyo
Yadobashi adalah pusat perbelanjaan yang terkenal di jepang, khususnya barang-barang elektronik yang di jual. Jadi kami ke sana sebentar buat liat-liat. Di sini juga tempat biasanya karywan Indo yang beli kartu sim jepang atau kartu paket internet jepang loh. Dan masih banyak lagi sih varian yang mereka jual. Dari yadobashi kemudian kami ke pusat oleh-oleh yang letaknya juga ga jauh dari situ. Di pusat oleh-oleh itu banyak banget pilihan barang, souvenir, atau pun makanan yang bisa kamu beli buat buah tangan saat balik ke indo.


II. Perjalanan Kedua (Imperial Garden)

II. A. Imperial Garden
Imperial Garden adalah point of interest yang cukup dikenal sebagai kawasan wisata. Banyak juga tourist lain yang ke sana, terutama untuk berfoto-foto. Wilayahnya luas yang kebanyakan terdiri dari taman-taman. Engga begitu lama di imperial, dahaga pun muncul jadi mesti cari mesin penjual minuman yang keliatannya sulit ditemui. Karena biasanya mesin ini banyak ditemui di mana-mana. Ini versi pedagang kaki lima penjual minuman masa kini. Jadi udah ga perjual tenaga manusia untuk jagain jualan, semuanya self service & automatically by system. Selesai dari imperial garden, kami mampir makan fish & chips yang kebetulan nemu di sekitar sana. Karena dimana-mana ikan & kentang yang digoreng InsyaAllah halal. Bismillah

II. B. Longcham Store
Setelah makan siang, perjalanan berlanjut ke stasiun sabuhachi untuk ngeliat patung hachiko bentar. Lalu mampir ke salah satu mall yang isinya kaset atau album-album para artis. Karena kebetulan ada temen yang lagi hunting album terbaru k-pop korea BTS. Setelah itu kita lanjut jalan ke official store Longcham di tokyo. Liat koleksi terbaru tas brand ini & ada teman juga memang mau beli tas itu. Harga tas longcham yang tote bag paling besar dengan model yang basicnya itu 14,000 Yen. Warnanya juga banya variannya, mulai dari yang netral, kalem, sampe ngejreng pun ada. Ya udah deh, seperti itu lah kurang lebih perjalanan aku di jepang. 

Wednesday, 7 November 2018

Indahnya Nikko, Japan

Ini adalah hari minggu pertama semenjak tinggal di Jepang. Kadatangan aku ke sini yaitu dalam rangka tugas (assignment) kantor di perusahaan asalku di Jakarta. Yang karena kebetulan perusahaan multinasional dengan headqurter di Jepang. Alhamdulillah meskipun kerja di jepang,banyak juga sesama karyawan Indonesia yang sedang dapat tugas di sini. Jumlahlah mencapai belasan kalau ditotal. Dengan jumlah wanita hanya sekitar 5 orang. Di mana beberapa dari cewek-cewek yang sudah lebih dulu di Jepang tersebut Alhamdulillah ngajakin kami travelling ke Nikko, salah satu wisata alam terkenal di Jepang.
Selain memenuhi tugas, tentunya ke Jepang juga jadi kesempatan buat travelling di sini. Malah enak, ga perlu ngebut nyambangin semua tempat dalam beberapa hari saja. Karena kami cukup punya waktu beberapa bulan selama di sini untuk setiap weekend travelling ke spot-spot menarik di Jepang. Ya salah satunya ke Nikko ini.
Perjalanan ke Nikko dari tempat tinggal kami memakan waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan subway & kereta. Kebetulan saat ini di sana sedang mulai musim gugur (autumn). Suasana menuju kesana layaknya ke puncak saja kalau di Indonesia. Makin dekat ke tujuan, rumah semakin jarang, semakin banyak perkebunan, lalu hutan, lalu saat tiba udara begitu terasa lebih dingin. Dan menariknya gerbang masuk ke daerah Nikko sudah dikondisikan menjadi kota wisata.  Sehingga transportasinya sangat terintegrasi dan rapi.
Dari gerbang pertama seturun dari kereta kami sudah dibuat terkesima dengan jajaran bangunan apik & gunung-gunung dibelakangnya. Sudah pastinya di mana-mana sangat bersih, bahkan toilet (meskipun toilet umum di tempat wisata yah). 
Dan yang paling Alhamdulillah ada ruang untuk shalat juga loh di stasiun utamanya. Kita tinggal perlu datangi pusat informasi dan minta diberi izin. Mushalanya sangat & juga bersih, cukup bawa mukenah sendiri saja. Karena kalau ga salah, ga disediain. Selain itu seperti biasa di tempat wisata juga Alhamdulillah ada free wiffi. Kalau in case kayak aku ga punya paket data, bisa gunain fasilitas tersebut untuk komunikasi dengan rombongan jalan-jalan kalian.
Mungkin yang akan jadi kendala bagi yang muslim karena makanan (utama)-nya belum tentu halal tapi berikut ini yang bisa kamu coba,
  1. Pilih atau beli restaurant yang menjual soba. Dan pilihlah yang varian vegetable atau tempura yah. 
  2. Kalau uangnya kurang buat makan di restaurant, di sana ada family mart juga kok. Kamu bisa beli onigiri yang varian tuna mayonnaise atau onigiri varian salmon untuk yang InsyaAllah pasti halal.
  3. Bawa bekel yang dimasak dengan bahan-bahan yang halal. Yah begitu lah namanya saja di negeri minoritas muslim jadi kita mesti menyesuaikan lah yah. 

Dari gerbang stasiun tersebut kita sebenarnya sudah berada di dalam Nikko. Tapi fyi karena kawasan wisata Nikko itu sangat luas jadi kita akan melanjutkan perjalanan dengan bus lagi. Busnya stanby di hall utama di mini town itu jadi gampang banget nyarinya. Bayarnya bisa cash atau bisa juga pakai "Pasmo" yaitu kartu untuk elektronik payment untuk naik beragam jenis kendaraan. 
Perjalanan kami dari hall tersebut menanjak ke jalan yang mengitari pegunungan di Nikko. Ga ingat pastinya berapa lama, karena setiap pemandangan sangat menghibur bikin fokusnya ngeliat pemandangan dan berdecak kagum sama keindahan Allah di Nikko, Japan ini. Hanya sempat macet saat lewat jalan yang sedang under construction kayaknya & saat masuk ke terowongan, selebihnya mata berbinar-binar karena saking indah pemandanganya. Terlebih karena ini lagi autumn jadi kita bisa liat susunan warna yang cantik dedaunan antara kuning, merah, & sedikit hijau. Semuanya terangkum indah pokoknya mah, ga bisa dituliskan dalam kata-kata.
Setiap jarak tertentu akan ada stasiun kecil bus untuk point wisata tertentu. Contohnya ada yang jembatan merah nuansa jepang, air terjun, sejenis kuil, danau, dan seterusnya. Kami sengaja datang mengunjungi titik terjauh dahulu. Jadi saat menju ke sana sudah bisa melihat dari dalam bus semua point wisata yang lainnya. Niatnya sih biar nanti kami bisa sisirin dari jauh satu-satu sampai kebali ke depan (di stasiun utama). Meskipun at the end waktunya ga cukup untuk bisa ngunjungi satu per satu. Alhamdulillah  point wisata utama yang kami cari yang penting tersambangi. 

Nah foto di bawah adalah salah satu point wisata yang kami sambangi, Indah kan. Masih ada dokumentasi lainnya sih, tapi kayaknya tetap akan kurang mendeskrisikan bagaimana indahnya Nikko except if you come there. Main ke sini yaa next time, worthed  :)

Wednesday, 12 September 2018

Mending DO Biar Sukses? Baca Ini Buat Kalian yang Masih Malas-malasan Kuliah

Pernahkah kamu mendengar cerita kisah pengusaha sukses seorang yang DO (Drop Out atau putus kuliah)?. Apakah DO yang membuat mereka sukses atau bagaimana sehingga cerita tersebut kadang dijadikan seorang mahasiswa sebagai pembenaran bahwa diri nya perlu DO. Padahal tahukah bahwa dibalik pengusaha sukses yang DO tersebut itu tidak sesimple bahwa di DO lalu tiba-tiba sukses. Bisa dipastikan bahwa pengusaha-pengusaha sukses yang DO tersebut sudah make money or at least pay their own bill "semiskin apapun" tanpa bergantung ke family mereka. Jadi silahkan tanya ke diri masing-masing apakah kalian bisa pay your own bill dengan DO? jika jawabannya tidak jangan terlalu pede untuk mengajukan/menginginkan DO. Terutama untuk kalian yang kuliah dibiayai orang tua atau family. 
Ingat saat kalian lahir ke dunia, setiap orang yang menyaksikan mendo'akan agar kalian berguna bagi orang tua, bangsa, & agama. Jadi kalau pun belum bisa berguna bagi bangsa & agama, please bergunalah bagi orang tua kalian. Berguna itu tidak meski materi kok, sesederhana kamu bisa lulus kuliah yang biaya dari jerih payah keluarga mu itu sudah sangat berguna. Jangan mensederhanakan kuliah itu hanya uang semesteran kuliah kamu saja. Masih ada uang makan bulanan, kosan, transportasi, & kebutuhan tambahan perkuliahan yang keluarga sudah dengan rutin perjuangkan untuk kalian tiap bulan nya. Seandainya kalian tidak kuliah dari awal, tentu uang makan bulanan bisa jauh lebih murah karena kalian makan dengan orang tua di satu rumah (sekali masak untuk sekeluarga jauh lebih ekonomis). Jadi lulus kuliah adalah bentuk tanggung jawab yang mesti kalian tunaikan tatkala amanah/fasilitas untuk berkuliah kalian ambil. 
Beda case dengan pengusaha sukses, mayoritas mereka kuliah dengan uang sendiri, beasiswa, atau minimal bayar uang bulanan mereka sendiri. Dan mereka pun terpaksa DO karena tuntutan bisnis mereka dengan konsekuensi yang tidak berdampak bagi keluarga mereka (mandiri). Jangan sampai demi baru mau rintis bisnis, kalian korbankan kuliah yang dibiayai keluarga. Selagi fasilitas itu masih ada maka segerakan-lah untuk menyelesaikannya. Jangan lupa bahwa fasilitas itu ada limit waktunya, terutama kalau kamu laki-laki beragama islam. Tahukah bahwa lelaki islam, masa tanggung jawab ayah-ibunya itu hanya sampai ia baliq (atau sekitar usia 18 tahun). Jadi kalau kalian laki-laki muslim sudah baliq dan masih dibiayai nafkah bahkan dikasih fasilitas kuliah itu sudah kebaikan orang tua yang berlebihan sekali. Jangan disia-siakan dengan menginginkan DO atau kuliah "asal-asalan". Kalau mau DO yah sebenarnya silahkan (your own choice), tapi pay your own bill & siap akan konsekuensinya bahwa disaat bisnis rintis kamu sedang "mandek" jangan sampai merepotkan orang tua mu. 
Salah satu alasan kenapa orang tua memfasilitasi anak-anaknya berkuliah agar anak tersebut menjadikan sertifikat & pengetahuan sarjana sebagai salah satu bekal menjalani kehidupan nya. Kuliah juga secara tidak langsung mengasah kemandirian, kemampuan mengatur keuangan, & tanggung jawab anak-anaknya (terutama yang kuliah di-rantauan). Jadi pembisnis atau apapun silahkan saja, selama itu halal. Dan jadi pembisnis yang bergelar sarjana pun faktanya banyak. Siapa bilang lulusan S1 tidak bisa jadi pengusaha sukses. Kuliah lancar bersamaan rintis bisnis pun lancar, mandiri financial, & responsible sampai dapat gelar sarja, itu baru disebut anak muda tangguh. 
Kuliah di zaman sekarang bukan sekedar siapa yang punya uang atau tidak. Karena yang paling utama dari orang yang bisa mendapatkan gelar S1 nya adalah niat & kemauan. Kalau tidak punya niat & kemauan, meski sekaya apapun memang sulit mendapatkan kelulusan sarjana (secara sportif yah, bukan jalur manipulasi). Dan kalau memang tidak berniat & berkemauan menjadi seorang sarjana meskinya sedari SMA bilang saja tidak mau kuliah. Daripada kalian membuat effort keluarga untuk mengkuliahkan mu menjadi sia-sia. Karena at the end kuliah tidak kalian selesaikan. Ingat tanggung jawab yang meski kalian tunaikan, yaitu lulus kuliah. Bayarlah keringat keluarga kalian yang sudah membiayai kalian untuk berkuliah dengan sertifikat sarjana. That's it.