Pages

Ads 468x60px

Labels

Tuesday, 25 October 2022

HOUSE SPEAKER CALLS ON GOVERNMENT TO ESTABLISH SEXUAL VIOLENCE TASK FORCE

 Puan Maharani, speaker of the House of Representatives (DPR), has requested the government to set up a task group to stop cases of sexual assault at public facilities.

She made the request in response to a report of suspected sexual assault suffered by a contract worker at a ministry.

"Sexual assaulters must face the harshest penalties possible. Sexual assault offenders (shall) face severe penalties. Additionally, Law Number 12/2022 Concerning the Crime of Sexual Violence (TPKS) is currently in effect "Tuesday, she said.

She added that it is illegal to force rape victims to wed the perpetrators of the rape in accordance with the TPKS Law. The degree of punishment for offenders who are the victims' superiors at work is also governed by the TPKS Law, she added.

The TPKS Law, which governs both prevention and the recovery, processing, and resolution of sexual violence cases, is in line with the Anti-Sexual Violence Task Force, she said.

She claims that in addition to managing case settlement, the task force may lead the charge in preventing sexual abuse in government facilities.

The House Speaker stated that in order to help victims recover from trauma, systemic regulations and mental support must also be offered.

She emphasized that in order to ensure that all of the victim's rights are upheld, linked parties must help victims with their recovery and give legal support.

Additionally, she urged sexual assault victims to speak out because many of them feel helpless and ashamed to disclose the sexual assault they have endured.

She added that victims of sexual assault need not be concerned about or scared to report their experiences since they will be safeguarded, even with regard to the privacy of their identities.

Saturday, 22 October 2022

TO PREVENT KIDNEY FAILURE, PARENTS SHOULD WATCH HOW THEIR KIDS URINATE



Mohammad Syahril, a spokesman for the Health Ministry, encouraged parents to monitor their children's frequency and volume of urination to prevent acute renal failure.

The quantity and frequency of urination are indicators of kidney failure. Normally, 12 times per day, then a little suddenly, then even less frequently, "Syahril made this observation on Saturday in Jakarta during an online discussion titled "The Mystery of Acute Kidney Failure."

According to Syahril, kidney diseases that impair the kidneys' ability to operate as the body's metabolic hub and to eliminate urine as a metabolic waste are the first signs of acute renal failure. Acute renal failure could result from kidney diseases that persisted and caused a decrease in urine frequency.

That resulted in numerous fatalities. According to the most recent ministry data, 133 children died from acute renal failure and 69 children underwent dialysis to recover from kidney failure. The large increase in cases was highly suspected to be caused by children's syrup medications that included levels of ethylene glycol and diethylene glycol over the threshold.

"Of the 11 instances that we examined, seven cases had ethylene glycol and diethylene glycol testing results that were positive, indicating that these substances were certainly harmful to consume. Five medications with these substances have been approved by the National Agency of Drug and Food Control (BPOM)," Syahril said.

The Ministry of Health has not been able to determine the cause of the cases despite the fact that ethylene glycol and diethylene glycol are responsible for the majority of instances of acute renal failure in children.

Friday, 21 October 2022

BUMN INTERNATIONAL SUMMIT EMPHASIZES COMMITMENT TO ENERGY TRANSITION

 

An international conference was conducted by the State-Owned Enterprises (BUMN) Ministry to reaffirm the BUMN commitment to assisting with the energy transition, putting energy sustainability principles into practice in the future, and preserving the economy.

According to a communiqué received in Jakarta on Thursday, the "BUMN International Conference: Driving Sustainable and Inclusive Growth" took place at the Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, on Monday (October 17, 2022).

Luhut Binsar Pandjaitan, the Coordinating Minister for Maritime Affairs and Investment, Erick Thohir, the Minister of BUMN, as well as the boards of directors of other state-owned businesses, all attended the ceremony. Ma'ruf Amin, the vice president, spoke by video at the occasion.

Pandjaitan praised the significant function of BUMN in Indonesia in his address. He claims that government-owned businesses have made significant contributions in a variety of areas, including the economy, the health sector, and particularly during the COVID-19 pandemic.

He added that Indonesia has undergone a number of changes that call for BUMN's assistance. State-owned businesses thus play two key roles: they create value and promote development.

In every region of the nation, state-owned businesses are supposed to offer the commodities and services that the entire population need.

According to Pertamina President Director Nicke Widyawati, the major topic of conversation at the international conference was the issue of energy transition.

She stated that Pertamina is one of the BUMN that is very committed to implementing the energy transition and that Pertamina has made a number of actions to help this.

According to her, Pertamina aspires to be a well-known, leading global energy firm with a solid reputation for being socially conscious, environmentally conscious, and operating with good corporate governance.

In order to promote business sustainability in the future, Widyawati continued, "Pertamina has committed to implementing the environmental, sustainability, and governance (ESG) framework in all lines of the company's operations.

Sunday, 9 October 2022

PENGALAMAN PERTAMA KALI BELI ASURANSI KESEHATAN SWASTA UNTUK PRIBADI

Tahun 2022 ini, setelah pertimbangan panjang akhirnya aku memutuskan untuk membudgetkan & membeli asuransi kesehatan swasta. Seperti yang kita ketahui, setiap warga negara Alhamdulillah sudah memegang asuransi kesehatan BPJS nya masing-masing - begitu pun saya & keluarga kecil kami. Namun kali ini, saya rasa sudah afford untuk membeli asuransi kesehatan tambahan swasta. Alasan utama nya tentu untuk mitigasi resiko pada biaya-biaya kesehatan yang semisal pada suatu kondisi & lain hal BPJS tidak bisa dipakai. 

Karena seperti testimoni yang banyak beredar, jumlah peserta nya peserta BPJS membuat antrian untuk mendapatkan fasilitas kesehatan bisa sangat panjang. Dan tidak semua rumah sakit bisa menggunakan asuransi kesehatan BPJS tersebut juga. Saya sudah mencari informasi asuransi-asuransi swasta "raksasa" di Indonesia. Di karena profesi saya adalah buyer, saya berpegang bahwa trade record & credibilitas adalah langkah awal kita dalam membeli suatu produk atau pun jasa. Hal ini yang saya terapkan pada shortlisted awal asuransi-asuransi kesehatan swasta yang bertebaran di Indonesia.

Perhatian nya terfokus pada 2 asuransi besar yang menurut saya akan bisa diandalkan untuk jangka panjang, yaitu:

  1. ALLIANZ
  2. MANULIFE
Declaimer bahwa pandangan saya tersebut tidak dengan maksud menjelekan penyedia jasa lain nya. Karena ini hanya pandangan & analisis pribadi saya saja, silahkan menentukan dengan pandangan masing-masing. Karena semua pengambilan keputusan, kembali ke masing-masing individu. 
Dari shortlisted asuransi awal saya ini, saya pun berkunjung ke website resmi asuransi tersebut & mencari kontak agen yang bisa saya hubungi. Syukurlah kedua nya memiliki website yang user friendly, maka tidak memakan banyak waktu akhirnya saya pun bisa terkoneksi dengan agen asuransi tersebut (resmi). In parallel saya mengumpulkan data-data terkait asuransi tersebut yang beredar di website & blogspot. Hal ini untuk memperkaya wawasan umum & pandangan saya. Karena saya ingin menilai masing-masing asuransi ini secara komperensif & objektif.
Termasuk saya juga mencatat temuan-temuan (jika ada) yang menjadi concern saya untuk saya tanyakan pada sesi diskusi dengan agen.

(to be contunued..)

Friday, 13 May 2022

Baru Invest Tanah 5 Bulan, Aset Naik Jadi 3x Lipat

5 Bulan lalu, saya di-PHK oleh kantor & di bekali beberapa jumlah uang. Tidak banyak, namun Alhamdulillah bisa untuk memenuhi beberapa kebutuhan. Dan sisa dari pengeluaran kebutuhan itu masih ada 20 Juta. Saya bingung, mau diapakan uang sisa ini. Kalau ditabung berupa uang, saya prediksi akan gampang "menguap" nya. Yang ujung nya entah ke mana uang di rekening akan habis juga. Ya maklum, saya selalu berfikir keluar ini keluar itu penting jadi malah lupa kalau dana itu akan berguna di masa depan - bukan masa sekarang. Ada 2 pilihan paling cocok dalam benak saya, tanah atau tidak emas. Kalau tanah, apakah uang segitu cukup. Kalau emas, bisa sih. Tapi harga emas kan lagi tinggi, kayak nya engga bijak kalau saya beli di saat harga nya tinggi. Dan kebetulan saya juga sudah punya lumayan jumlah aset dalam bentuk emas. 

Saya berusaha mencari tanah yang masuk budget segitu di kampung kelahiran saya, Sorong (Papua Barat). Ketemulah saya pada suatu info, ternyata ada tanah yang lokasi nya di daerah berkembang di sorong namanya aimas. Dan pasaran tanah termurah di sana untuk satu kavling butuh 50 juta. Kurang dong dana saya yang masih 20 juta. Tapi saya ga mau tahan uang panas ini berupa cash aja lama-lama. Karena sifat dana cash yang menurut saya gampang "menguap". 

Kebetulan ada kakak kandung (almh.) mama saya yang sedang menjual tanah nya, beliau punya banyak tanah dengan beragam tipe & harga. Salah satu tanah nya ada di dalam perumahan, lokasi nya cukup strategis. Pasaran nya 1 kavling 50 juta. Saya pun coba berkonsultasi dengan adek kandung (almh.) mama saya (karena saya akrab sama beliau), apakah mungkin saya bisa negosiasi ke tante saya yang lagi jualan tanah tersebut untuk saya beli 1/2 kavling nya saja. Karena dana sisa pesangon saya ada 20 juta & lebih mudah untuk menggenapkan 25 juta. Saya mau punya tanah pertama, sekaligus buat kenang-kenangan dari perusahaan tersebut anggaplah. 

Beliau menyarankan saya untuk lengkapi dana nya jadi 50 juta jika mau membeli tanah tante tersebut. Karena tidak bisa dipecah. Namun beliau Alhamdulillah malah menawarkan tanah nya saja yang saya beli sesuai budget tersebut. Karena posisi tanah adek nya mama ini, bersebelahan dengan tanah 1 kavling yang saya maksud. Dia mengerti niat saya bagus membeli tanah, agar uang tidak habis sia-sia. Alhamdulillah saya dikasih juga tanah 1/2 kavling, sesuai budget saya 25 juta. Pikir saya tanah 110-an m2 juga bisa kok dibangung rumah nyaman, yang penting dekat dengan keluarga besar. Kalau pun belum mau ditempati, bisa dikontrakan atau disewakan. 

Okay, deal lah saya dengan angka 25 Juta tersebut. Alhamdulillah dapat luas tanah sekitar 110-an m2, yang belakangan ditambahin sama bibi jadi 170-an m2. Saya berencana akan membangun rumah tingkat minimalis untuk size tersebut. Buat tempat kami tinggal saat berkunjung ke Sorong pada masa libur panjang. Saat lagi tidak di Sorong, bisa di-sewakan ke mahasiswi-mahasiswi di sekitar situ yang datang dari luar daerah untuk berkulah di UNIMUDA. Universitas swasta terbesar di Papua Barat yang terletak di sekitar situ.

Jadi saat ini tanah seharga 25 juta tersebut di-buy back, dan saya diarahkan untuk beli ke kakak nya which is dengan harga sama namun dapat 1 kavling full. Letak lokasi nya pun lebih dekat lagi ke universitas (UNIMUDA) yang saya target tersebut. Letak tanah lokasi baru ini ada di satu lorong samping UNIMUDA, dan ada 3 saudara juga yang punya tanah di kawasan tersebut. Jadi Alhamdulillah saya juga masih tetap bisa punya lokasi yang tetanggaan dengan saudara-saudara sendiri. Untuk 1 kavling tanah di situ, harga pasaran nya adalah 75 juta. Jadi uang 25 juta yang saya investasikan sudah tumbuh 300% hanya dalam 5 bulan. Alhamdulillah, so big deals banget. 

Uang yang kita investasikan di tanah bisa naik berkali lipat, tanpa diduga. Memang bukan aset yang sangat cair, tapi jika ada uang mu yang tidak urgent buat dipake. Mending dibelikan tanah, jangan ditabung saja. Karena kalau ditabung akan sangat rentan untuk dibelanjakan buat ini-itu yang akhir nya ga jadi aset apa-apa. Tetapi kalau dibelikan tanah, tanah itu ke depan nya bisa dibangun property pribadi atau mungkin bisa juga untuk capital gain dengan diperjual-belikan di kemudian hari saat harga nya menarik. Fyi ada salah satu tante saya yang beli tanah murah seharga 50 juta - bentuk nya hanya kayak ladang biasa - tapi tanpa diduga 9 bulan kemudian dibeli orang dengan harga 250 juta (500% kenaikan).

Menarikan?, semoga meng-inspirasi untuk terus berinvestasi tanah. 

Thursday, 5 May 2022

TERNYATA DIA JODOH KU #GarisCinta

"Kita tidak ngga pernah tau, kapan dan siapa cinta sejati kita.. karena dalam ketidak sengajaan, kita dipertemukan oleh garis cinta.. dan itu, dia" - kutipan dari video lagu Garis Cinta by Rizky Febian

Mei 2019 adalah bulan yang sangat indah, karena pada saat itu Allah mengizinkan aku untuk dapat berkunjung ke tanah suci. Ke tempat terindah di muka bumi ini, Alhamdulillah. Di sana, aku bersungguh-sungguh meminta agar Allah mensegerakan aku bersatu dengan jodoh ku. Entah siapa pun itu yang terbaik menurut Nya. 

Rangkaian ibadah yang tidak ku sia-siakan, meski hanya sekedar untuk shopping. Ya karena waktu di sana sangat singkat, aku ga mau menyia-nyiakan untuk beraktifitas yang tidak urgent. Selain kebahagiaan dalam beribadah, aku juga merasa refresh & lebih percaya diri. Sepulang dari tanah suci, tidak lama kemudian bulan Ramadhan. Dengan doa yang tiada putus, & tiada menyerah atas rahmat dan kasih sayang Rabb ku. Aku membutuhkan jodoh, dan aku percaya Allah akan menghadirkan nya segera. Tidak lama berselang dari usai Ramadhan, ada seorang pria yang di profile picture nya cakep, berkulit terang, & botak mengechat ku. Dia menyapa & memperkenalkan diri, juga tentu nya mengajak ku berkenalan. Dia sangat to the point untuk maksud apa dia ingin berkenalan dengan ku, singkat nya dia harap bisa memperistri aku. 

Antara percaya dan tidak percaya, karena baru hitungan hari kami berkenalan pria ini sudah memberikan kejelasan. Aku percaya ini adalah jawaban dari do'a ku kepada Allah di tanah suci yang langsung dibayar kontan tidak lama dari kepulangan ke Indonesia. Tidak hanya itu, aku juga langsung diperkenalkan dengan kedua orang tua nya pria ini. Mungkin pandangan dia, daripada menjalin relationship lalu nanti orang tua ujung-ujung nya tidak merestui maka mending dapat lampu hijau dulu dari mama nya. Jadi diperkenalkanlah aku dengan orang tua nya di rumah mereka, & disajikan makan siang buatan mama nya juga saat itu. Alhamdulillah, perkenalan dengan orang tua suami yang sudah lama tinggal dan menetap di Jakarta berjalan lancar. Beliau merestui dan bahkan mendukung kami.  

Aku yang sedari awal sudah menginformasikan setiap update ke Bapak ku (almarhum) pun mendapatkan response baik dari beliau. Dengan mengucapkan bismillah, kami coba jalani proses pekenalan singkat itu. Dan bapak ku pun mesti membuat keputusan penting melepaskan anak nya diperistri oleh pria yang belum pernah ia kenal sebelumnya & tinggal jauh dari hometown kami di Sorong. Secara financial saat itu aku jujur ga ada persiapan, hanya ada sedikit tabuhan lebih dari Rp 10 juta (karena satu dan lain hal). Untung nya semua biaya pernikahan disetujui 100% ditanggung oleh calon suami, plus diberi mahar puluhan gram emas, & seserahan. Alhamdulillah, MasyaAllah, Tabarakallah, dihadirkan pria jelas & "mampu".

Itu lah jodoh, hadir nya bisa jadi kejutan. Saat sudah menjalin perkenalan lebih jauh dalam konteks suami-istri, ternyata suami aku ini banyak match nya sama semua yang aku mau. Dulu aku pernah ngebathin, pingin suami mancung.. "eh Alhamdulillah dapat suami mancung", pingin kayak gini-pingin kayak gitu.."eh Alhamdulillah banyak match nya". Tentu saja tidak ada manusia sempurna, begitu pun dengan pasangan ku. Namun untuk itu lah kami bersinergi untuk saling membahagiakan & menjalankan ibadah seumur hidup ini, yaitu pernikahan. Alhamdulillah saat ini hari-hari kami semakin dimeriahi oleh kehadiran anak kami, Cut Aisha Balqis. Nama yang kami berikan sebagai doa bahwa dia adalah wanita spesial, Wanita bangsawan yang cantik jelita lagi cerdas (layak nya Ummahat kita Aisha r.a.) dan memiliki tahta powerfull yang membuat nya disegani oleh sekitar nya (layak nya Ratu Balqis). 

Finally, ternyata pria tak dikenal yang dulu mengechat ku untuk minta berkenalan & to the point serius untuk memperistri adalah jodoh ku. Alhamdulillah, masyaAllah, Tabarakallah 💗  

Monday, 14 March 2022

Cara Aman Agar Terhindar dari Investasi atau Trading Online Bodong

 Kenapa sih kasus investasi bodong terus menjamur di Indonesia?

Jawabannya sederhana: karena masih banyak orang yang percaya ada cara cepat untuk kaya tanpa harus punya ilmunya. Pemikiran itu membuat mereka jadi mudah terbuai dengan janji manis ala investasi bodong.

Tapi di sisi lain, ilmu investasi memang bukan hal mudah yang bisa dipelajari dalam waktu singkat. Hal itu akhirnya membuat banyak orang jadi serba salah. Ingin investasi sendiri tapi tidak punya ilmunya, ingin pakai manajer investasi tapi takutnya kena tipu!

Manajer investasi atau aplikasi investasi penipu itu memang benar ada, tapi bukan berarti semua aplikasi investasi adalah aplikasi penipu. Menggunakan jasa manajer investasi tetap salah satu pilihan terbaik untuk Anda yang masih awam untuk urusan investasi. Jika Anda belum punya cukup banyak uang untuk investasi bisa coba ikut reksa dana di mana uang Anda akan digabungkan dengan uang milik investor lain dan akan dikelola secara kolektif oleh manajer investasi yang sudah ahli di bidangnya. 

Ada beberapa Tips untuk terhindar dari investasi (trading) bodong:
  1. Jangan tergiur aplikasi atau robot trading yang menjanjikan keuntungan cepat dengan resiko rendah. Aplikasi legal tidak akan pernah menjanjikan keuntungan apapun.
  2. Cek langsung ke website OJK apakah pengembang aplikasi tersebut sudah berada di bawah pengawasan OJK.
  3. Pastikan manajer investasi yang terlibat sudah diseleksi dengan ketat serta sudah memiliki izin resmi dari OJK & Bappepti.
Demikian tips cara aman agar terhindar dari investasi atau pun trading online bodong.

Sumber: Riffa Sancati