Pages

Ads 468x60px

Labels

Wednesday, 11 July 2018

Pie Sus by Sumirat Pie (Jakarta Selatan)

Apakah kamu penggemar kue-kue manis?
Kalau iya, mestinya kamu coba kue ini yaitu Pie Sus. Kue pie pada dasarnya diadopsi dari sajian di eropa & USA. Namun di Indonesia pie lebih dikenal dengan jenis pie sus atau di daerah papua bernama kue lontar.

Kue ini memiliki 2 bagian yaitu kulit pie & isian. Kulit pie cita rasanya serupa cookies yakni gurih & crunchy jika belum ditaruh di kulkas. Sementara isiannya sangat lembut & cenderung creamy atau lumer saat di lidah. Rasa isiannya nikmat & khas. 

Sulit untuk menjelaskan suatu rasa, maka sebaiknya kamu langsung saja mencoba. Terutama jika kamu santap saat sedang minum kopi atau teh akan menambah kenikmatan. Di jakarta selatan kamu bisa menikmati pie sus yang dijual oleh Sumirat Pie secara online di IG @pie_sumirat.

Saat ini ada 2 varian rasa yang dimiliki @pie_sumirat, yaitu Original (Milkcream) & Milkchocolate. 

Gambar 1. Pie Sus Original (Milkcream) @pie_sumirat

Kalau rasa favorite kebanyakan pelanggan Sumirat Pie adalah rasa original seperti gambar foto di atas. Namun tetap juga ada yang tidak bisa lepas dari rasa coklat untuk para chocolate lover, terutama anak-anak. 


Gambar 2. Pie Sus Milkchocolate @pie_sumirat

Harga pie sus ini juga juga cukup bersahabat yakni Rp 80,000 untuk satu loyang besarnya. Dan untuk pengiriman bisa menggunakan  jasa Tiki Sameday atau pun Go-jek Sameday Delivery, atau pun bisa dengan cara COD. Pengiriman bisa menjangkau seluruh JABODETABEK. Selain untuk dinikmati bersama keluarga, kue pie sus ini juga cocok dijadikan buah tangan (oleh-oleh) & sebagai hantaran ke kerabat-kerabat atau sahabat-sahabat mu. 

Tuesday, 10 July 2018

Review Wardah Sunscreen Gel & Parameter Produk Aman

Siapa sih yang engga tau brand kosmetik bernama Wardah? Sebagian besar wanita Indonesia sepertinya pasti sudah mengetahuinya. Namun pada tulisan ini, aku tidak lagi ngebahas kosmetiknya (untuk make up) melainkan produk yang wardah yang bisa dikategorikan skin care. 
Skin care ini adalah Wardah Sunscreen Gel, atau bisa kita bilang sunblock atau sun protector tapi untuk wajah. Di saat menulis review ini, aku sudah re-purchase yang ke-empat untuk produk ini. Jadi bisa ditebak at the end apakah aku merekomendasikan atau tidak yah.
Kulit aku yang cukup sensitif dengan fondation membuat aku sangat minimalis banget untuk make up sehari-hari, yakni dengan hanya menggunakan bedak tabur biasa untuk kompleksion di wajah. Ini yang membuat aku lama kelamaan mikir, lalu bagaimana dengan perlindungan wajah terhadap sinar UV matahari yah. Mulailah aku mensurvey sun protector yang bisa digunakan untuk wajah. Karena yang sejauh itu aku punya adalah sun protector untuk badan & akan iritasi jika diappaly pada wajah.
Survey mencari sun protector itu finaly menemukan aku pada Wardah Sunscreen Gel ini. Dan meski awalnya agak kuatir kalau formula wardah ga cocok di kulit aku, finally aku purchase produk ini. Karena sun protector untuk wajah memang susah-susah gampang ditemukan di tempat aku pergi belanja biasanya.


Kesan pertama dari packingnya ya standar lah, sesuai dengan harganya yang middle rate. Tekstur cairannya lembut & tidak terlalu kental. Wanginya nyaris tidak tercium, tapi tidak bau kimia juga. Awal aku apply di leher & kulit wajah bagian rahang sedikit. Sengaja apply tidak langsung keseluruh wajah terlebih dahulu supaya kalau iritasi bisa ketahuan lebih dini. Alhamdulillah hasil tester tidak ada reaksi iritasi jadi mulailah aku start pakai keseluruhan wajah. 
Sensasi pemakaian pertama, wajah terasa adem (dingin) dan bisa dilang basah. Lanjut dengan sedikit tepuk-tepuk sekitar 1 menit maka seluruh gel akan meresap dengan baik ke wajah. Jika sudah meresap, baru aku lanjut proses make up simple yang biasa aku lakukan buat kerja. Selebihnya kalau tidak berkepentingan untuk make up, seperti di rumah saja lagi jemur pakian atau jalan di sekitar rumah buat beli sesuatu, sebisa mungkin aku upayakan untuk tetap apply khusus untuk Sunscreen ini saja. Hal ini untuk memberi perlindungan pada wajah dari paparan sinar UV yang katanya tidak baik untuk kulit. Sebenarnya aku ga terlalu tau, apakah benar ada kasus buruk seperti penyakit karena paparan sinar UV. Tapi ya, lebih baik melindungi daripada mengobati bukan. 

Meskipun sudah tidak pernah punya cream perawatan khusus buat malam atau siang tapi sepertinya secara perlahan Sunscreen ini membuat kulit aku "sedikit" lebih mencerah & terasa lembab. Kalau ditulisan sebelumnya kan aku pernah bilang bahwa di (dua) tahun belakangan kesadaran ku akan produk aman itu semakin tinggi. Jadi lebih baik menggunakan produk yang jelas keamanannya meskipun progresnya lama daripada menggunakan produk yang bisa sangat cepat memberikan progres tapi keamanannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. 
Kalimat ku di atas tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana parameter aku menganggap bahwa produk tertentu itu aman & bertanggung jawab atau tidak?. Nah jawabannya (versi aku) adalah sebagai berikut,
  1. Masuk lah ke website badan POM (BPOM), lalu katik-kan nama perusahaan pada produk tersebut. Jika nama perusahaannya muncul sebagai salah satu perusahaan yang terdaftar maka tingkat kepercayaan ku setidaknya sudah ada 60%. Bisa aku simpulkan sementara bahwa produk dibuat oleh perusahaan yang dapat dipercaya. 
  2. Input nomor BPOM pada produk tersebut di menu search daftar list pada website BPOM. Jika nomor BPOM ditemukan maka tingkat kepercayaan ku akan naik jadi 70%. Aku simpulkan sementara bahwa produk dibuat oleh perusahaan yang dapat dipercaya & bertanggung jawab. 
  3. Produk tersebut di-iklankan di TV nasional atau pun internasional maka tingkat kepercayaan ku akan naik jadi 75%. Tetap aku simpulkan sementara bahwa produk dibuat oleh perusahaan yang dapat dipercaya & bertanggung jawab. 
  4. Produk tersebut di-jual di store resmi pada mall, apotik, atau penjualan online (berupa website) ternama maka tingkat kepercayaan ku akan naik jadi 85%. Aku simpulkan sementara bahwa produk dibuat oleh perusahaan yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, & produk aman digunakan untuk jangka panjang. 
  5. Selanjutnya karena skin care itu ada faktor "cocok-cocokan" terhadap keadaan kulit penggunanya. Jadi aku mesti rujuk ke review-review yang aku dapat baik dari mulut ke mulut, review di google, atau pun youtube. Kalau hasil review-review yang related dengan kulit aku ternyata mayoritas wanita-wanita pada cocok maka tingkat kepercayan ku akan naik jadi 90%. Aku simpulkan sementara bahwa produk dibuat oleh perusahaan yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, produk aman digunakan untuk jangka panjang, kemungkinan efektif untuk menyelesaikan masalahku. 
  6. Setelah sudah membeli, lalu aku lakukan uji singkat dengan sedikit bagian kulit aku dan hasilnya tidak iritasi. Maka tingkat kepercayaan ku naik jadi 95%. Aku simpulkan sementara bahwa produk dibuat oleh perusahaan yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, produk aman digunakan untuk jangka panjang, kemungkinan efektif untuk menyelesaikan masalahku, & cocok di wajah. 
  7. Dan finally, setelah sudah muncul review positif ini (re-purchase product) maka Alhamdulillah I am 100% trust this product. Bisa aku simpulkan bahwa produk ini dibuat oleh perusahaan yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, produk aman digunakan untuk jangka panjang, efektif anough untuk menyelesaikan masalahku, cocok di wajah. 
Jadi jangan gampang pakai skin care ini itu girls, selain kita untukmensyukuri anugrah Tuhan atas kulit indah yang diberikan dengan  sebisa mungkin merawat sesuai kebutuhan. Kita juga tetap perlu memperhatikan keamanan jangka panjang dari produk yang digunakan. Karena gel, cream, cairan, atau pun soap untuk kulit wajah akan diserap oleh tubuh kita ke dalam darah & pencernaan. Jika mengandung zat yang berbahaya maka itu akan merusak fungsi organ tubuh lain nya yang mungkin baru bisa diketahui setelah masa tertentu (jangka panjang). Saat kita mensyukuri dengan merawat wajah, jangan lupa untuk mensyukuri organ lainnya dengan tidak membahayakan nya dengan zat-zat dari produsen-produsen yang tidak bertanggung jawab & hanya mengejar keuntungan. 

Monday, 9 July 2018

Review BB Cushion Laneige (Pore Control)

Di tahun 2017 lalu, trend make up dengan BB Cushion sedang booming-booming nya di Indonesia. Ini diperkuat oleh banyaknya fans artis korea yang membuat banyak orang mulai terinspirasi gaya make up bahkan skin care "ala artis korea".
Tidak ketinggalan brand make up yang berasal dari korea, Laneige. Meskipun harga cushion ini cukup mahal (yaitu diatas Rp 300,000), namun cukup banyak juga peminatnya. Aku sempat mau beli cushion ini maka sebelumnya melakukan study terlebih dahulu pada review-review dari youtube maupun google. Berikut ini kumpulan beberapa real review dari kategori usia yang berbeda-beda.

I. Oily, Medium Light, Neutral, 19 - 24
A. Positif
  • Tahan lama
  • Dewy hasil akhirnya
  • Satu produk bisa habis 3-6 bulan
  • SPF 50 +
B. Negative
  •  Coverage-nya sheer

II. Combination, Light, Neutral, 25 - 29
A. Positif
  • Finishing-nya glow
B. Negative

  •  Medium coverage

III. Oily, Medium Light, Neutral, 30 - 34
A. Positif
  • Sheer coverage but with a matte finish
  • 2-4 jam pertama di kulit ku cukup melembabkan tapi lebih dari itu akan membuat kulit terasa agak ketarik
  • Safe for oily skin
B. Negative

  • Gets cakey very quickly jika menggunakan lebih dari satu layer
  • Jika kulit sedang kurang sehat % banyak dry patches, cushion ini akan memperjelas kekurangan itu



Reference: 

reviews.femaledaily.com

Thursday, 10 May 2018

Pengalaman Birokrasi Pembuatan E-KTP di Sorong

Di bulan april kemaren, ada trip dadakan ke Sorong (my hometown). Berawal di awal april, aku diberi konfirmasi bahwa (Alhamdulillah) dapat kesempatan assignment ke headquarter perusahaan kami selama 3 bulan di jepang. I am so happy & great full. Dan kabarnya saat itu waktu keberangkatan assignment ke jepang akan sangat mepet yaitu sisa 2 bulan lagi. Dan khususnya untuk yang masa valid pasasportnya kurang within 6 bulan, wajib meng-update passport nya masing-masing. Awalnya aku masih agak rilex, karena toh dulu passport itu aku buat di bandung. Jadi kalau pun butuh di update yah semestinya bisa di bandung atau bahkan di mana pun kan yah.
Dan finally pergilah aku ke Serang, satu-satunya kantor imigrasi yang available nya cukup fleksibel. Saat itu aku juga baru tau pergi ke kantor imigrasi sekarang mesti rebutan quota dulu di aplikasi online nya. Aku cepet-cepetin ke Serang karena jadwal submission update passport ke admin kami cuma tinggal hitungan hari. 
Perjalanan ke Serang dari Cilandak rupanya jauh, terutama karena pakai kendaraan umum. Saat itu aku juga lagi on budget jadi berupaya pakai moda transportasi teririt. Berangkat ke kantor imigrasi serang di awali dengan mesti pergi ke stasiun pasar minggu. Dari tempat ku ke pasar minggu dengan,
  • Menyebrang jembatan penyebrangan ke halte busway
  • Naik busway
  • Turun di perempatan kedua lalu nyambung naik angkot
  • Sampai di pasar minggu lanjut jalan kaki sedikit
  • Naik kereta ke tanah abang, lalu pindah ke kereta lanjutan di stasiun tanah abang
  • Di stasiun tanah abang, meski nunggu dulu karena jadwal kereta engga sebanyak pemberangkatan kereta jalur lainnya
  • Nunggu nya agak lama, finally naiklah kereta ke serang tapi tujuannya mesti ke stasiun rangkas belitung dulu
  • Mulai dekat ke daerah sana mulai bingung karena kondisinya masih ndesa banget, dan bingung setelah ini meski naik kendaraannya apa aja. Lalu coba nanya penumpang lainnya, dan malahan di kasih tumpangan oleh seorang emba yang aku ga kenal. Sempat takut tapi juga Alhamdulillah.. Karena kalau pun ga numpang, aku juga random ga tau arah jalan dan daerah itu.
  • Ternyata perjalanan dari rangkas belitung ke serang itu juga jauh. Mesti transit dulu dan lanjut lagi naik bus sampai ke halte bus serang
  • Di situ aku naik bus gede, dan duduk di depan. Ngeliat bagaimana masih hijaunya daerah itu dan jalannya pun sempit. Even (sorry to say) homewon aku di Sorong (Papua Barat), jauh lebih maju dan sarana jalan lebih memadai dan rapih menurutku. Tibalah di halte bus serang
  • Lanjut mesan go-car, Alhamdulillah ada, lalu tiba lah di kantor imigrasi yang dimaksud. Alhamdulillah.
Sayang perjalanan panjang ke sana tidak membuahkan hasil. Karena applikasi update passport aku tidak di-izinkan dengan alasan ktp ku belum e-ktp. Dan satu-satunya jalan adalah aku mesti mengurus e-ktp ku dulu yang berarti balik ke sorong.
Maka langsunglah hari besoknya (malam), aku otw ke Sorong (Papua  Barat). Awalnya mau pilih opsi pindah ktp ke Bintaro tapi kabar yang terkonfirmasi bahwa pengurusan e-ktp di Bintaro bisa memakan waktu sampai 1 bulan yang artinya tidak terkejar untuk jadwal ngurus dokumen, visa, dll untuk pemberangkatan ke jepang. Landing di Sorong tanggal 11-Apr-2018 pagi, langsung saat itu juga siap-siap ke kantor catatan pendudukan sipil. Hari itu juga apply, foto, dll. 
Kantornya rame tapi karyawan nya juga bekerja sangat sigap dan support. Di hari itu juga aku sampaikan maksud aku bahwa aku butuh minimal surat keterangan pembuatan e-ktp di hari itu karena mesti mengurus passport segera. Karena keperluan jadwal assignment yang sudah mepet.
Dan jika memungkinkan, aku meminta, paling tidak e-ktp bisa diambil jumat karena mesti balik ke Jakarta di hari sabtu/minggu. Alhamdulillah semua request itu diterima oleh mereka tanpa dipersulit sedikit pun. Dan tanpa diminta uang pelicin sepeserpun. 
Di hari besoknya 12-Apr-2018, aku ke kantor imigrasi Sorong untuk mengupdate passport. Tanpa antri, dengan pelayanan ramah, dan sangat cepat proses peng-updatean passport itu selesai. Saat selesai passport bisa di-ambil oleh keluarga untuk dikirimkan ke Jakarta jadi aku tidak perlu menunggu sampai terbit. Lalu 13-Apr-2018, aku ke kantor pencatatan sipil dan Alhamdulillah sudah bisa mengambil dokumen tersebut.
Aku sangat berterimakasih dengan semua pihak yang membantu kepengurusan ku ke jepang. Di mulai dari emba yang aku temui di kereta, dan semua karyawan pencatatan sipil, Kab. Sorong (Papua barat). Jadi jika ditotal, kepengurusan e-ktp aku hanya 3 hari atas izin Allah. 
Hari minggu nya (15-Apr-2018), aku sudah tiba di jakarta dengan selamat Alhamdulillah. Mungkin sepulang dari assignment 3 bulan di jepang, aku mau pindah domisili ke Jakarta atau Cirebon (kampung halaman asli) saja. Setelah konsultasi dengan karyawan pencatatan sipil, ternyata e-ktp bisa diubah (ditransfer) ke domisili lain. Karena kerja di Jakarta membutuhkan banyak kepengurusan birokrasi makanya akan lebih enak kalau e-ktp juga di daerah tersebut. Meskipun aku akan numpang di Kartu Keluarga saudara. 

Wednesday, 9 May 2018

Review CC Cream Laneige (Pure Beige)

Kali ini aku mau review produk dari laneige yaitu CC Cream nya (Water Base CC Cream with SPF 36 PA++).
Bermula dari keinginan aku untuk lepas produk cream pencerah wajah yang sebelumnya sudah aku pakai dari 2015 sampai tahun 2017. Sebenarnya cream perawatan aku sebelumnya sudah sangat efektif dan bisa dibilang cukup ekonomis. Rangkaian yang biasa aku pakai cuma cream malam & siang, dimana hasil cream siangnya bagus banget yaitu bisa buat wajah aku cerah & tampak glowing. Tapi karena aku sempat iseng nyari nomor BPOM produk itu di web resmi BPOM. Dan tidak ditemukan hasilnya, alias nomor BPOM cream perawatan wajah aku itu fake. Saat itu juga aku membulatkan tekad kalau aku mesti pelan-pelan lepas dari penggunaan cream siang & malam yang aku pakai itu.
Mulailah aku study & coba-coba beberapa jenis cream siang yang finally mengantarkan aku pada CC Cream Laneige ini. 
Tidak langsung beli versi botol besarnya, tapi aku beli dulu tester size nya terlebih dahulu. Lalu saat aku rasa tidak ada iritasi dan kebetulan ada teman ku yang sedang main ke korea, titiplah aku untuk beli CC Cream Laneige ini dengan type warna yang Pure Beige.

Gambar 1. Laneige CC Cream

First impression ngeliat packing nya kondisi botolnya adalah sangat elegan dan terkesan "barang mahal". Ya emang cukup mahal sih karena harga sekitar Rp 380,000 cuman berisikan 40 ml CC Cream. Yang buat aku percaya dan tertarik beli saat itu adalah sebagai berikut,
  1. Kulit wajah aku lagi butuh perlindungan dari UV. Simpelnya menurutku ini kan mengandung SPF 36 PA++ jadi lumayan buat perlindungan.
  2. Sekalian untuk perlindungan wajah dari sinar UV, bisa juga membantu merata warna kulit wajah aku jadi engga kusam saat bepergian. 
  3. Pernah aku coba testernya, dan keliatannya sih engga iritasi
  4. Klaim produknya, katanya bisa perlahan meningkatkan kecerahan wajah juga.
  5. Produknya resmi (internasional malah) jadi aku percaya ada zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Meskipun resultnya tergantung dari masing-masing pengguna juga yah, cocok-cocok kan. 
  6. Bersamaan teman aku lagi ke korea bisa mampir ke gerai resmi nya. Karena saat beli ini, conter resmi Laneige masih belum ada. Sekarang sih liat-liat sudah ada. 

Nah, kalau dari jenis warna ini kenapa aku pilih. Karena waktu itu kulit ku lagi menggelap jadi menurutku ini adalah shade paling pas buat aku. Aneh juga kan kalau keputihan creamnya entar resultnya lebih putih dari kulit leher kita atau tangan kita. 
Tapi setelah di-apply kewajah menurut ku wajah ku jadi agak cenderung ke abu-abu. Sepertinya dasar warna kulit aku ga cocok dengan warna janis ini. Aku juga ga yakin dengan tone kulit aku, tapi sepertinya sih lebih cenderung ke arah cool tone. Makanya warna ini jadi ga match buat aku.
Cuma yang Alhamdulillah nya, konsistensi cram ini memang baik untuk wajah. Karena aku merasa cream ini membuat kulit ku jadi lembab dan glowing. 

Gambar 2. Botol Laneige CC Cream

Rasa lembab ini yang buat jadi tambah percaya diri kalau "menghadang matahari". Karena merasa sudah terlindungi SPF jadi aman. Pertama, Kedua, sampe beberapa kali pemakaian, tiba-tiba munclan jerawat satu kecil. Kalau satu mereda, seperti keliatan ada bruntus seperti bakal jerawat generasi selanjutnya. Ngga berfikir panjang lagi, aku stop sementara pemakaian CC Cream ini. Dan rajin apply sejenis salep jerwat (merk acness). Dan berupaya menghindari segala jenis foundation, bb cream, atau pun cc cream lainnya selama jerawat itu masih ada.
Karena menurutku jerawat itu sebenarnya kan adalah komedo yang meradang. Jadi sebisa mungkin tidak dikontaminasi dengan zat-zat lain kecuali obat penyembuh jerawat itu sendiri. Agar kinerja salep jerawat maksimal dan kulit terjaga kebersihannya.  

Gambar 3. Laneige CC Cream Pure Beige

Saat jerawat sudah hilang, paling aku pakai sesekali untuk base fondation atau jika sunscreen lagi tidak ada. Itu pun setelah pakai meski dibersihkan dengan baik. Menurut aku mungkin saja reaksi negatif ke wajag aku ini karena zat yang dikombinasikan di CC Cream ini memang ada yang tidak cocok untuk kulit aku yang cukup sensitif. Jadi saat menggukan tester di awal belum terlihat karena pemakain baru 1 sampai 3 kali. Namun setelah beli produk botolan dengan kuantitas pemakaian semakin banyak membuat reaksi kandungan tersebut mulai ditampak-kan oleh wajah aku. Yaitu salah satunya dengan jerawat. 
Dan seperti biasanya, saat mencoba cream-cream merk lainnya, bahwa saat cream tidak cocok di wajah aku. Maka aku akan kasih jeda ke kulit aku untuk tidak langsung ditimpa dengan produk-produk percobaan lainnya. Tetapi mengobati dulu jerawat tersebut minimal sampai kering. 
Tapi tetep aja, aku mesti bilang bahwa CC Cream Laneige ini konsistensi cairannya bagus banget. Sangat ringan dan hasilnya glowing cantik banget, khususnya kalau pakai yang shade Peach. Karena pas lagi coba testernya, aku pakainya yang warna Peach. Sayang aja untuk jangka panjang aku ga bisa pakai produk ini karena keep kulit healthy buat aku lebih penting daripada tampil putih. 
Kalau kamu bukan kulit sensitive kayak aku, ini recommended banget. Terutama bagi kamu yang pingin dandan itu natural-natural aja. Kamu pasti seneng banget dengan produk ini. Mungkin saran aku, untuk mastiin apakah produk ini bisa cocok untuk kamu. Jangan beli ngetes testernya cuma untuk 3 kali pemakaian. Tapi cobalah pakai sampai dua minggu (14 hari), atau setara dengan beli sekitar 5 bungkus tester. Kalau memang wajah kamu bisa nerima zat-zat yang terkandung di dalam CC Cream ini dengan baik. Then you're so lucky to have this one.


Wednesday, 7 March 2018

Rekomendasi Kue Pie Sus / Kue Lontar di Jakarta (IG: @pie_sumirat)

Kamu sudah pernah makan kue pie sus?. Kalau sudah, tentunya kamu sepakat kalau cita rasa kue ini memang nikmat sekali yah. Kulit pie yang gurih dan manis khas fla nya, buat siapa pun pasti jatuh hati dengan kue ini.
Kalau kamu sudah suka dengan kue pie sus, kemungkinan besar kamu juga akan suka dengan kue yang bernama "Lontar". Kue lontar ini adalah jenis tradisional dari pie sus. Rasanya mirip namun dengan konsistensi kekentalan fla yang cukup berbeda. Dan yang memebuat kue lontar menjadi makan khas tradisional adalah latar belakang kisah di balik penemuan jenis kue ini. 
Kue lontar ini berasal dari Papua Barat. Pada awalnya kue ini dikenalkan oleh bangsa Belanda saat menjajah di pulau tersebut. Kue dari belanda tersebut aslinya menggunakan bahasa belanda yang dalam bahasa Indonesia berari kue dalan bundaran. Namun karena lidah masyarakat setempat kesulitan men-spell nama tersebut maka mereka mengucapkan lontar sehingga jadilah nama "Kue Lontar".
Kue lontar dimasak pada cetakan mangkok bergambar khusus. Dan biasa disajikan pada acara-acara besar. Berikut ini salah satu contoh gambar kue lontar di dalam cetakan mangkok.

Gambar 1. Kue Lontar

Kandungan gizi nya pun terbilang tinggi karena berbahan utama telur dan susu. Namun jika kamu punya kolestrol tinggi, jangan makan banyak-banyak yah. Kue ini bisa awet sampai 1 minggu di dalam kulkas. Namun pada suhu normal paling maximal 2-3 hari saja.
Untuk bisa menikmati sajian tradisional ini untuk yang berada di jakarta, kamu sudah tidak perlu jauh-jauh ke Papua Barat loh. Karena sekarang di jakarta, kita bisa membelinya melalui pemesanan online. Nama brand penjualnya adalah Sumirat Pie. Kamu bisa mengunjungi instagramnya (IG) di @pie_sumirat . 
Selain kue lontar, Sumirat Pie juga menyediakan kue pie original yang menjadi signaturenya. Makanan jenis pie ini sangat cocok untuk menemani keluarga, apalagi jika dinikmati bersama dengan kopi, teh, atau susu panas.







Sumber Gambar:
Instagram picture @pie_sumirat

Wednesday, 28 February 2018

Tas-Tas (Tote Bag) Lucu Brand Lokal

Ada yang suka pake jenis tas Tote Bag?.
Kalau iya, kita samaan dong yah. Aku juga personally sangat suka pakai jenis tas ini. Karena ukurannya yang besar buat para wanita yang make bisa naruh banyak barang di dalam tas nya. Mungkin the only one kekurangannya adalah karena bentuk dalam nya yang normalnya gede "plong" tanpa sekat buat barang-barang di dalamnya akan campur aduk.

Tapi tanpa mengindahkan kekurangannya itu, wanita mana pun pasti setuju kalau bisa bawa barang banyak itu adalah suatu kelebihan banget buat pengguna. Jadi kita bisa lebih fleksibel mau naruh apapun, mau itu botol minum, payung, dll.

Nah, sayangnya tas jenis Tote Bag yang modelnya oke, biasanya harganya mesti Rp 400,000-an ke atas. Lumayan juga yah..mesti nabung agak lama dulu deh. Dari kesukaan nonton video vlog akhirnya nemuin tas brand lokal bernama "This" dengan harga yang tentunya bersahabat, berikut foto-foto OOTD oleh pembuatnya.
Gambar 1. OOTD Tote Bag #5


Lucu kan.. ukurannya gede, pas lah buat segala perlengkapan para wanita baik cewek-cewek atau pun emak-emak. Warnanya juga cukup beragam, tidak terbatas hanya pada gambar yang ada di bawah ini.

Gambar 2. Beberapa Jenis Warna Tote Bag #5


Model lainnya yang jadi favorite aku, adalah Tote Bag #1 di bawah ini khusunya yang warna coklat.

Gambar 3. Tote Bag #1 Warna Coklat

Warna coklat sangat nuansa kekinian banget, apalagi di padu dengan baju dengan model yang lagi ngetrend juga. Selain warna coklat, jenis Tote Bag #1 ada beberapa warna yakni sebagai berikut. But anyway warna-warnanya tidak terbatas hanya pada gambar yang ada di bawah ini yah.
Gambar 2. Beberapa Jenis Warna Tote Bag #1 Selain Coklat






Sumber Gambar:
https://shopee.co.id