Pages

Ads 468x60px

Labels

Sunday, 13 March 2022

Inggris akan Beri Uang Rp 6,5 Juta Per-Bulan bagi Warga yang Mau Menampung Pengungsi Ukraina dari Invasi Rusia

Pemerintah Inggris akan mendanai warga nya yang bersedia menampung pengungsi dari Ukrania.

Dilansir Reuters, Inggris membuat skema penerimaan pengungsi yang disebut 'Homes for Ukraine', di mana para korban invasi Rusia ini bebas datang ke UK untuk tinggal. Pemerintah akan memberikan uang 350 pond (Rp 6,5 Juta) per bulan bagi warga yang mau menampung mereka atau menawarkan propertinya untuk jangka waktu minimal enam bulan.

Perdana Menteri Boris Johnson berusaha menggambarkan Inggris sebagai pemimpin respon global terhadap invasi Rusia. Di sisi lain, pemerintahannya juga menghadapi kritik atas keterlambatan dalam menerima para pengungsi. Anggota parlemen dari semua partai politik utama, mengecam kebijakan pemerintah yang mengharuskan warga Ukraina mencari visa dan tes biometrik sebelum tiba di Inggris.

Aturan ini dinilai memprioritaskan birokrasi dibanding kesejahteraan pengungsi. Di bawah skema baru, masyarakat, badan amal, bisnis, dan kelompok masyarakat dapat menawarkan akomodasi melalui situs web pada akhir minggu depan, kata pemerintah pada Minggu (13/3/2022). "Inggris berdiri di belakang Ukraina di saat-saat tergelap mereka dan publik Inggris memahami perlunya menyelamatkan sebanyak mungkin orang secepat mungkin," kata Michael Gove, Menteri Perumahan, dalam sebuah pernyataan.

 "Saya mendesak orang-orang di seluruh negeri untuk bergabung dalam upaya nasional dan menawarkan dukungan kepada teman-teman Ukraina kita.

 "Bersama-sama kita dapat memberikan rumah yang aman bagi mereka yang sangat membutuhkannya."

 Siapa pun yang menawarkan kamar atau rumah, harus menunjukkan bahwa akomodasi tersebut memenuhi standar dan mereka mungkin harus menjalani pemeriksaan catatan kriminal. Jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina bisa meningkat menjadi lebih dari 4 juta, dua kali lipat dari perkiraan saat ini sekitar 2 juta, kata Badan Pengungsi PBB pekan lalu

 - Rusia mengancam akan menembaki pengiriman senjata ke Ukraina, dengan mengatakan konvoi dengan senjata asing dapat dianggap sebagai "target yang sah."

 - AS akan mengirim bantuan militer mencakup anti-armor, sistem anti-pesawat, dan senjata ringan.

 - Kota Kharkhiv, Mariupol, Mykolaiv, Dnipro, Chernihiv dan Sumy berada di bawah serangan gencar Rusia dan pasukan invasi telah memperluas serangan mereka di Ukraina ke barat.

- Tujuh warga sipil, termasuk wanita dan seorang anak dilaporkan dibunuh pasukan Rusia ketika mencoba melarikan diri dari Desa Peremoga, di wilayah Kyiv, menurut Kementerian Pertahanan Ukraina.

 - Sebanyak 12.729 warga Ukraina berhasil dievakuasi pada Sabtu.

 - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan pasukan Rusia bahwa mereka menghadapi pertempuran habis-habisan jika mencoba menduduki ibukota Kyiv.

 - Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan Rusia mungkin menggunakan senjata kimia setelah invasinya ke Ukraina, dan langkah seperti itu akan menjadi kejahatan perang, menurut sebuah wawancara di surat kabar Jerman Welt am Sonntag.

 - Presiden Zelenskyy menilai Rusia sedang mencoba untuk menciptakan "republik semu" baru di Ukraina untuk memecah negaranya.


Sumber: Tribunnews

 

 


Monday, 17 May 2021

Lebaran Idul Fitri 1442 H (2021) Lembaran Baru

4 hari lalu tepatnya tanggal 13 May 2021 adalah hari raya idul fitri yang seluruh umat islam nantikan. Alhamdulillah aku bisa mencapai nya dengan tuntas 30 hari berpuasa. Ini rekor banget, karena biasa nya pasti kepotong haid dengan durasi haid ku yang belasan itu. Sampe teler deh, bayar utang puasanya. Dan tahun lalu aku sedang hamil muda baby Aisha jadi sempat setengah bulan ga bisa berpuasa. Tahun ini rekor karena ku bisa full puasa meskipun lagi menyusui baby Aisha. Alhamdulillah semangat, karena liat ada seorang influenzer di IG juga pernah menyusui aman-aman saja. Dengan pedoman, malam saat breakpuasa mesti minum yang banyak, makan yang banyak, dan sahur dengan porsi yang cukup. Alhamdulillah, Allah lancarkan dan tetap bisa aktif bekerja sambil mengasuh anak bayi saat puasa. 

Puasa padat dengan nyusuin Aisha. Karena mungkin ASI aku encer, menurut orang karena ibu menyusui tidak makan minum. Jadi bayi mesti menyedot lebih lama untuk mendapatkan kuantitas ASI yang mencukupi kebutuhan nya. Aku nikmati saja proses nya. Bismillah, InsyaAllah bagian dari ibadah juga. Apalagi di usia Aisha yang udah 6 bulan, dia makin lengket dan mau nya kemana-mana digendong. Jadi energi ku semakin banyak terkuras, dan semakin lemas. Setiap hari puasa, aku berdoa dalam hati semoga aku ga pingsan aja. Supaya bisa tetap ibadah puasa sambil melaksanakan kewajiban-kewajiban menjadi seorang ibu & karyawati WFH secara bersamaan. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

Belakangan ini aku sedang ngurus pengadaan kuba untuk masjid yang sedang didirikan di kampung halaman ayah ku (Ende, NTT). Kuba yang kami pesan, adalah kuba dengan spesifikasi bagus. InsyaAllah ini akan jadi kuba yang sangat indah & awet. Dan uang pelunasan kuba rencananya mau dari uang pribadi keluarga kami yang sudah kami siapkan, hanya tinggal dibayarkan. Uang itu untuk sementara waktu aku taruh di rekening saudara ku. Namun karena kecerobohan saudara ku, justru dia mentransfer seluruh isi rekeningnya senilai 25 juta ke penipu. Yang mana di dalam nya ada nominal uang kuba ini & selebihnya uang pribadi aku. Kabar tidak enak ini, baru aku tau pada H-1 lebaran. Hancur hati ku, hari lebaran yang kusambut dengan bahagia menuntaskan puasa penuh juga ku sambut dengan tangisan sedih karena kehilangan uang (yang mesti dibayarkan bulan depan). 

Aku berharap ada jalan keluar dari masalah ku, aku berharap uang 25 juta itu masih rezeki kami. Aku berharap kuba untuk Masjid Hayyala'shalah di kampung ku ende masih tetap bisa terbangun sesuai schedule. 



https://kitabisa.com/bantubangunmasjidpedalamanntt?utm_source=socialsharing_campaigner_ios_e321db0b22a0f7f0f900f256d236e31c&utm_medium=CampaignPage_nativeshare&utm_campaign=Campaign


Tuesday, 12 January 2021

CARA PENGURUSAN BPJS UNTUK BIAYA MELAHIRKAN

    Buah hati adalah anugrah istimewa dari Allah. Di tahun pertama (tahun 2020) pernikahan ku dengan suami, Alhamdulillah 3 bulan kemudian aku berhasil hamil. Kondisi keuangan belum stabil karena beberapa faktor sehingga akan sangat menolong bagi kami untuk dapat menggunakan klaim asuransi kesehatan BPJS untuk mengcover biaya melahirkan aku. Meskipun kami tetap mempersiapkan dana cash untuk "budget jaga-jaga" in case asuransi BPJS tidak bisa digunakan. Karena dari pengalaman orang-orang ada faktor-faktor yang membuat fasilitas melahiran dengan BPJS menjadi tidak bisa digunakan, seperti faktor kebijakan rumah sakit, ketersediaan slot pasien saat dibutuhkan, dll. 

Berikut ini langkah-langkah yang kami lakukan dalam rangka pengurusan asuransi BPJS untuk biaya melahirkan,

 

1. Survey Rumah Sakit
Karena waktu melahirkan umumnya tidak bisa diprediksi tepatnya hari apa & jam berapa, maka di saat awal kehamilan kami mencari pilihan nama-nama rumah sakit yang ada di sekitar rumah (atau setidaknya mudah diakses). Dari daftar nama rumah sakit tersebut, kami berupaya mencari testimoni dari kerabat/teman yang yang mungkin pernah menggunakan rumah sakit tersebut untuk bersalin. Selain testimoni langsung dari pengguna yang dikenal, kami juga mencari beragam informasi testimoni yang ada di dunia internet (blog, social media, dll) atau pun google review. 
Saat itu hasil analisis kami mengerucut pada RSIA. Bunda Aliya di Jakarta Timur dengan alasan lokasi dekat dari rumah dan sudah ada testimoni positif dari temansuami yang istrinya melahirkan di RSIA ini. Kami pun mencoba berkunjung ke dokter SPOG nya untuk pemeriksaan awal kehamilan, sekaligus mensurvey apakah rumah sakit ini bekerja sama dengan BPJS atau tidak. Dari hasil survey ini, kami menyimpulkan sementara beberapa hal yakni:
  • Benar RSIA ini bekerja sama dengan asuransi BPJS. Namun syarat & ketentuan berlaku yang harus dikonfirmasi ke pihak BPJS langsung. 
  • Status BPJS calon pasien mesti terdaftar di faskes 1 Pondok Kelapa. Karena setiap faskes 1 mempunyai jaringan rumah sakit yang berbeda-beda di setiap kawasannya. Di case ini, faskes 1 aku masih di Klinik Pratama Cilandak (Jakarta Selatan). Untuk bisa terdaftar di faskes 1 Pondok Kelapa, kami mesti melakukan update data di BPJS. 
  • Suami "kurang sreg" dengan dokter spesialis yang waktu itu kami datangi sehingga dipertemuan berikut nya kami mengganti dokter spesialis nya tapi tetap di rumah sakit itu juga. Karena kegiatan kontrol kehamilan akan dilakukan selama masa kehamilan, maka mendapatkan dokter yang menurut pasangan nyaman juga suatu langkah bijak. Alhamdulillah di kunjungan ke dokter spesialis yang kedua, suami setuju seterusnya "menggunakan dokter yang ini saja".
 
 
2. Cek Status BPJS
Dari langkah pertama, seperti yang aku highlight bahwa faskes 1 aku masih di Klinik Pratama Cilandak (Jakarta Selatan). Untuk bisa terdaftar di faskes 1 Pondok Kelapa, kami mesti melakukan update data di BPJS. Maka aku pun mencari informasi ke faskes 1 awal aku di Klinik Pratama Cilandak (Jakarta Selatan) & mencoba menelpon BPJS admin, berikut informasi yang aku dapatkan:
  • Klinik Pratama Cilandak menginformasikan bahwa jika yakin akan merubah data faskes 1 maka bisa melakukan nya di BPJS (aplikasi JKN atau via telphone (021) 421-2938).
  • .Jika sudah melakukan perubahan data (pengupdate-an) maka data faskes disistem akan terupdate di setiap tanggal 1 bulan berikut nya. 
  • Data faskes 1 yang sudah diubah tidak dapat diganti lagi sebelum mencapai 3 bulan. Setelah itu data bisa diganti lagi, begitu pun seterusnya.
  • KTP domisi dari daerah mana pun tidak masalah, yang diperlukan hanya merubah data faskes 1 di sistem sesuai rumah sakit yang diinginkan.

Informasi di atas sangat berharga bagi aku saat itu. Karena meski tinggal di jakarta, KTP aku masih tertera di Sorong, Papua Barat. Jadi aku tidak perlu mengubah KTP sama sekali untuk berpindah faskes 1. Dan ternyata cara mengubah data faskes 1 juga sangat mudah, yakni dengan melakukan nya di aplikasi JKN saja. Dengan perubahan data yang dilakukan, akan muncul notifikasi jika faskes 1 yang baru telah aktif dan tampil kartu digital baru yang faskes 1 nya sudah sesuai dengan yang diinginkan. Lalu bagaimana cara mencetak kartu nya?, jawabannya tidak perlu dicetak dalam bentuk kartu. Hanya diprint biasa dikertas itu sudah valid. Caranya mudah, tinggal klik icon amplop dan kartu digital tersebut akan dikirimkan ke alamat email kita untuk diprint biasa.

Di karenakan aku bekerja di jakarta selatan, maka saat awal kehamilan aku belum merubah data faskes 1 ke pondok kelapa. Agar jika dari kantor ingin berkunjung ke rumah sakit di sekitar situ masih mudah. H-3 atau 4 bulan sebelum kelahiran baru kami mengganti faskes 1 di aplikasi JKN. 

 

3. Komunikasikan dengan Pihak Terkait

Setelah faskes 1 aku sudah sesuai, kami mengkomunikasikan pada pihak-pihak terkait yaitu dokter SPOG, Admin BPJS di RSIA. Bunda Aliya, dan Bidan di faskes 1 yang baru. 3 pihak ini sangat penting untuk berkoordinasi.

Kami mulai menkomunikasi dengan dokter SPOG pada saat aku hamil 6 bulan, kalau tidak salah ingat. Saat itu karena kehamilan masih 6 bulan, dokter belum bisa memutuskan bagaimana kondisi melahirkan yang akan dilakukan-apakah normal atau sesar. Kami mungkin akan mendapatkan feedback dari dokter pada H-3 minggu dari HPL (Hari Perkiraan Lahir).

Dan kami juga mengkomunikasikan pada Admin BPJS di RSIA. Bunda Aliya terkait rencana ini. Lalu mereka menyarankan untuk mendapatkan rekomendasi dari dokter SPOG untuk diteruskan ke bidan di faskes 1 Pondok Kelapa. Karena kehamilan normal dari asuransi BPJS dilakukan di puskesmas faskes 1, sementara saat dibutuhkan sesar in urgent akan diteruskan oleh RSIA. Bunda Aliya. Dalam rencana kami, jika keputusan dokter melahirkan secara normal maka kami akan bayar pribadi ke RSIA. Bunda Aliya. Namun jika sesar maka kami akan menggunakan asuransi BPJS ke RSIA. Bunda Aliya. Jadi intinya, kami tetap berencana melahirkan di RSIA. Bunda Aliya - tidak di puskesmas. 

Selanjutkan kami pun memulai komunikasi dengan bidan di faskes 1 Pondok Kelapa. Insight yang kami dapatkan bahwa surat rujukan tidak dapat diberikan jika tidak ada permintaan dokter SPOG. Dan belakangan kami paham bahwa, puskesmas tidak memiliki peranan untuk berhasil diklaim nya BPJS. Karena itu adalah keputusan rumah sakit (dokter SPOG) apakah bersedia memberikan approval untuk asuransi BPJS nya. Karena dokter SPOG yang lebih tahu kondisi kelahiran nya on the spot. Apalagi aku sudah kontrol selama kehamilan selalu di dokter yang sama dengan biaya pribadi.

Dan kuncinya ada pada saat menjelang melahirkan, saat itu sekitar H-3 minggu dari HPL (Hari Perkiraan Lahir). Dokter sudah melihat apakah bisa dipastikan melahirkan akan normal, atau bingung, atau bahkan dipastikan sesar. Di case aku, dokternya bingung apakah ini bisa normal atau bagaimana. Karena janin ku saat itu lehernya terlilit double meskipun posisi nya sudah cukup ke bawah. Maka untuk menetapkan HPL pastinya, kami menunggu progress dari tanda-tanda melahirkan aku. Kalau pun normal, akan ada kemungkinan yang cukup besar juga saat persalinan normal itu untuk tiba-tiba berganti menjadi sesar. Dan kalau demikian tentu tidak efisien untuk melahirkan di puskesmas, lalu buru-buru dengan mobil ke RSIA untuk melahirkan sesar. Alhamdulillah, dokter kami pun bilang kalau ini nanti jadinya sesar. InsyaAllah akan dibantu pembayarannya dengan asuransi BPJS. Jadi kami tidak perlu urus surat rujukan ke faskes 1 lagi, langsung pihak rumah sakit yang tangani pengurusan BPJS nya. 

 

 

    Dekian langkah-langkah (cara) yang kami lakukan di atas untuk pengurusan BPJS untuk biaya melahirkan. Alhamdulillah ikhtiar kami berhasil, biaya lahiran dicover oleh BPJS. Dan bukan hanya ibu melahirkan, bayi yang dilahirkan pun ditangani dengan fasilitas BPJS baik dari persalinan sampai pasca persalinan. In total biaya melahirkan bayi pertama kami ini Alhamdulillah hanya  Rp 230,000; saja, dengan rincian Rp 70,000; untuk administrasi & Rp 160,000; untuk hasil lab test bilirubin pada bayi kami. Selebihnya semuanya GRATIS (biaya dicover oleh asuransi BPJS). Dengan rezeki ini, Alhamdulillah uang budget melahirkan sebelumnya masih tertabung dan bisa digunakan untuk keperluan keluarga kami lain nya.






Thursday, 9 July 2020

Hamil di Masa Corona

Akhir bulan febuari adalah masa yang akan selalu teringat di memori. Karena masa itu momen nya aku & suami dapat kejutan kehamilan anak pertama kami. Fyi, di bulan ini corona sudah menjadi pemberitaan di Indonesia.
2 hari berlalu, aku penasaran kenapa belum haid lagi yah. Padahal aku tipe wanita yang haid nya sangat teratur atau lebih cepat dari biasanya, kalau pun tanggal nya kegeser lebih lama-paling cuman sehari. Sebenarnya tangan sudah gatal pengen test pack. Cuman takut kecewa karena 3 kali berturut-turut di bulan sebelumnya test pack hasil nya negative. 
Sebenarnya kami terhitung penganten anyar saat itu, baru 05 Oktober 2019 menikah. Tiap bulan setelah menikah, aku selalu test pack, saking exitednya pengen hamil & punya keturunan. Bukan karena ditanyain teman-teman "Udah isi belum?", tapi karena dari dulu sudah suka anak kecil & sudah merindukan punya anak sendiri. Back to the story, aku pun nunggu lagi kondisi telat haid nya (sekitar 5 hari) untuk meyakinkan hati buat test pack. "Kali ini kalau sampe negative lagi, hancur hati ku"-gumam ku dalam hati. Pada saat itu feeling ku, seperti ada sesuatu yang ngegantung di bagian entah rahim entah bagian mana. Seolah-olah sesuatu yang menggantung itu kayak mau jatuh, tapi ga jatuh. Aku pikir mungkin saja mau haid, cuman karena kurang gerak. Makanya haid nya ketahan dan bikin efek rasa kayak ngegantung begini. Tapi di sisi lain aku juga berharap semoga ini hamil, karena faktanya aku memang telat datang bulan. Cuman tanda-tanda kehamilan seperti yang aku tau pada dari google, seperti mual, lemas, kram perut, bercak merah muda, & sejenisnya itu tidak ada. Aku pun berusaha netral, berharap tapi berpasrah. Sampai tiba saat nya hari itu, aku beli 1 pc test pack hanya 1 pc. Dan dengan hati-hati melakukan proses nya, "MasyaAllah 2 garis merah!". Aku gemeteran, speechless, bersyukur, & langsung teriak panggil-panggil suami untuk ke tempat ku segera. "Mas-Mas, ke sini mas!, mas-mas ke sini!", udah kayak ada darurat tingkat tinggi. Suami ku datang dan aku pun nunjukin serta sampaikan hasil test pack ku ke dia. Dia speechless tapi tidak percaya, sampai nanya ulang emang benar cara baca test pack nya kayak gitu. Aku mengerti dia agak trauma karena pernah salah sangka dikiranya aku hamil dari bulan kedua kami menikah. Saat itu dia sampai udah cerita sana-sini, happy banget. Dan ternyata hasil test packnya negative, bahkan sampai aku cek berkali-kali pun negative. Itu sedih banget sih. Jadi di moment ini, kami tidak langsung kabari sana-sini. Bahkan orang tua ku juga tidak ku kabari dulu. Sampai kami datang ke dokter spesialis kandungan & beliau merespon baik test pack positive itu. Tapi kami diinfokan mesti datang lagi ke sana di bulan maret karena kantung kandungan nya belum kelihatan. Dan di akhir maret kami datang lagi, Alhamdulillah hasilnya dokter merekonfirmasi bahwa aku hamil dengan usia kandungan 5 weeks (sebulan lebih 1 minggu). Aku & suami speechless, terharu, dan sangat bahagia sekali dengan anugrah dari Allah SWT ini.
Hanya selang beberapa hari setelah pengecheckan kehamilan itu, kantor kami resmi memberlakukan WFH (Working From Home) dengan gelombang pertama adalah bagi yang sedang hamil/ memiliki penyakit tertentu. Aku masuk kategori yang sedang hamil sehingga Alhamdulillah aku sudah dapat izin WFH yang sangat memudahkan aktifitas ku. Sangat memudahkan, karena tampat tinggal ke kantor ku cukup jauh. Biasanya aku naik kendaraan umum. Dan itu mesti 4 kali ganti kendaraan, butuh banyak jalan gerak & dempet sana-sini. Saat WFH aktifitas pergi-pulang kantor dieliminasi membuat waktu lebih efisien, budget transportasi juga bisa dialihkan, energi bisa simpan, & resiko terpapar dari orang-orang unidentified di public transportation juga bisa sangat berkurang. Bangung pagi aku sarapan, lalu mulai isi absen dan trade record kesehatan pagi hari, dan mengemail rencana kegiatan harian. Aktifitas pun bisa dilakukan dengan fleksibel karena berorientasi pada hasil. Dan hari-hari ditutup isi absen check out, lalu mengemail report hari itu ke atasan. 
Saat hamil, aku tidak lagi ke rumah sakit buat konsultasi bulanan. Akan tetapi secara mandiri mempelajari kondisi kehamilan dari youtube, dan tau kapan saat nya urgently perlu pergi ke rumah sakit ibu & anak. Kenapa?karena menurut penjabaran dokter SPOG yang aku tonton, corona itu lebih berbahaya daripada tidak konsul ke dokter seperti biasa nya. Dan seberapa cepat & masive nya penularan di rumah sakit itu tidak ada yang tau. Makanya jika tidak ada keperluan urgent untuk ke rumah sakit, sebaik nya jangan ke rumah sakit. Tanda utama ibu hamil (yang belum mendekati masa kelahiran) mesti ke rumah sakit di masa corona adalah jika terjadi pendarahan atau bercak. Jika semua nya relatif baik-baik saja seperti kondisi hamil pada umum nya, maka ibu hamil tidak perlu ke rumah sakit. InsyaAllah Aman.
Namun kodisi menjadi serba sulit saat WFH sudah tidak diberlakukan. Tepatnya mulai di akhir bulan juni ini. Aku mesti berangkat kerja dengan opsi public transporatation yang "semengikuti-mengikuti protocol" nya juga tetap saja kurang kondusif. Karena ya perlu dimaklumi bahwa jumlah karywan di jakarta ini sangat banyak, sementara jumlah armada masih terbatas. Sedangkan setiap orang tentu perlu masuk kerja ontime sehingga "apapun dilakoni". Kalau bagi orang yang tidak hamil tentu tidak terlalu masalah. Tapi bagaimana untuk ibu hamil?. Tentu aku tidak mau gambling, jadi bagaimana pun cara nya mesti cari pilihan dengan ikhtiar yang paling secure. Suami pun membantu dengan mengantar jemput dengan kendaraan pribadi, dan belakangan aku akhirnya mengekos di belakang kantor saat weekdays-agar cukup dengan berjalan kaki bisa tetap masuk kantor. Dan weekend, suami menjemput untuk pulang ke rumah, begitu pun seterusnya. InsyaAllah.
Dan hari ini adalah hari ke empat aku ngekos di daerah belakang kantor. Sedih si, karena jauh dari suami tapi bersyukur karena bisa mengupayakan perlindungan terbaik bagi anak ku di kandungan. Semoga kita semua aman dari wabah corona ini. Terutama para bumil karyawati di masa ini, tetap semangat. Semoga Allah lindungi kita & anak kita selau.. Amin Ya Rabbal Alamin..

Monday, 6 July 2020

Corona (COVID-19) di Indonesia

Di akhir 2019, virus menular mulai mewabahi daratan china dan sekitar nya. Berita nya mulai merebak di saat tahun baru china di negara tersebut. Di banjiri dengan beragam video viral di media sosial seperti masyarakat china yang runtuh meninggal di jalan, atau video kondisi rumah sakit yang kewalahan dalam menangani pasien corona. Hal ini menimbulkan kekhawatiran juga untuk beberapa masyarakat negara-negara lain. Kuatir jika the worse case, wabah tersebut menjalar ke negara-negara lain nya. Terkhususnya negara ini, Indonesia. 
Saat beritanya belum banyak di TV Nasional, suami saya sudah aktif sekali mencari informasi dari media sosial, dll. Dan dia sudah menyuruh saya bersiaga dengan mulai wajib pakai masker ketika tempat publik, apalagi saya bekerja menggunakan transportasi umum. Setidaknya untuk sampai kantor, saya mesti bertukar moda transoprtasi sebanyak 4 kali. Yang salah satu moda nya adalah Busway Transjabodetabek. Kondisinya sangat tidak kondusif di saat jam pulang kantor, atau jika berangkat kerja sedikit dari lewat jam biasanya. Karena jarak antar penumpang cukup berdesakan, dan kami bisa diberikan tempat duduk di mana pun (seperti di lantai bus, di tangga bus). Mayoritas orang tentu masih tidak menggunakan masker, dan ada yang bersin sesuka hati nya (tanpa menutup mulut, atau mengalihkan arah wajah) meski ada orang lain tepat didepan wajahnya. Maka saya yang awalnya juga tidak suka pakai masker saat dalam perjalanan karena merasakan "pengap" akhirnya memutuskan untuk harus memakai masker (mengikuti nasehat suami juga). 
Saat itu masker masih banyak di mana-mana. Saya pilih beli masker hijab yang kualitasnya paling baik, toh harganya cuman Rp 6000 - Rp 8000 isi 5 pcs. Dan saya sudah sangat aware dengan kebersihan tangan saya, salah satu nya dengan selalu membawa handsanitizer ke mana-mana. Saat itu semua harga masih normal. Meskipun bagi orang seperti saya yang sebelumnya tidak memprioroitaskan masker, rasanya tetap saja "eman" atau mahal. Pikir saya, "ngapain make buang-buang uang padahal orang-orang ga ada yang make tuh". 
Ya saya tetap jalani. Karena setelah dipikir-pikir dengan meningkatkan kehigienisan, kalau pun bukan dalam rangka corona setidaknya saya bisa terhindar dari virus influenza juga. Ribet bangetkan karena lagi kena influenza, meler-meler ingusan buat performa kerja menurun. Masuk ke 2020, corona semakin memarah di china dan negara-negara tetangga nya. Namun berita yang ada di TV Nasional kebanyakan messagenya meng-undervaluekan virus corona ini. Dan bahkan beberapa pejabat justru dengan jumawa mensosialisasikan bahwa Indonesia ini anti corona. Bahkan beberapa study ilmiah  di USA (bahwa sudah ada setidaknya 8 orang dari negara sebesar Indonesia yang sebenarnya sudah terkena coron), pun ditolak tanpa kebijaksanaan untuk mengcroscheck hal tersebut di masyarakat. Dan paling ter-epic nya, saat ada seorang gubernur yang "di-bully" oleh beberapa pejabat. Karena gubernur tersebut, memberikan himbauan ke pada masyarakat nya untuk waspada karena corona bisa saja sudah masuk ke Indonesia (berdasarkan parameter-parameter yang sudah dikaji). 
Tentu saja saya di kantor belum pakai masker, karena akan aneh. Jika tanpa alasan, saya pakai masker sampai ke ruang meeting. Jadi saya hanya pakai masker saat di public transportation & di lingkungan yang sangat padat selain kantor. Hemat saya, "ya lebih baik safety daripada sorry". Dua hari kemudian Presiden RI mengumumkan/merekonfirmasi bahwa benar Corona sudah masuk Indonesia. Seketika semua orang pakain masker, bahkan kantor menyediakan masker untuk karyawan-karyawan nya selama bekerja. 
Harga masker pun melambung, bukan 2 kali lipat tapi berkali-kali lipat. How amazing khan.. Dan tentunya pejabat-pejabat yang dulu nyinyirin gubernur, di hati nya tahan malu dulu meremehkan pernyataan beliau. Banyak orang ketakutan sampai panic buying kebutuhan pokok. Dan juga parno kalau dengar ada orang batuk atau bersin. Bahkan saya sendiri suka parno kalau badan agak sedikit anget. Karena kalau ditarik ke belakang, aktifitas saya yang menggunakan transportasi umum sampai 4 kali bertukar dalam satu perjalanan itu bisa saja berpeluang bertemu orang dengan corona randomly-Wallahu'alam. Di tambah di beberapa hari terakhir saya sempat susah bernafas saat di dalam busway. Tapi karena saya memang ada riwayat sinusitis, dugaan saya saat itu karena hidung saya mampet ditambah kondisi sedang hamil muda yang mungkin saja membuat nafas terasa berat. Ya meski Alhamdulillah sudah dikonfirmasi dokter bahwa itu adalah kondisi kehamilan, bukan karena penyakit atau virus. Tapi namanya sebagai manusia biasa, saya tetap saja parno. Saya kuatir kalau saya pulang bawa virus juga untuk orang-orang rumah, terutama suami saya  & anak saya di dalam kandungan.
Waktu berjalan, meski corona membumi di Jakarta, tapi semua orang terlihat saling bekerja sama untuk memerangi cobaan wabah ini. Hal itu terlihat dengan pemandangan setiap orang yang sudah menggunakan masker di jalan-jalan bahkan sampai di dalam kantor & swalayan. Dan juga begitu banyak akses untuk cuci tangan, ada banyak keran & sabun di sekitar mana pun. Saya paham bahwa cobaan ini untuk dilalui dengan ikhtiar maksimal & doa maksimal agar wabah ini diangkat. Saya rindu shalat di dalam masjid, saat ramadhan kemaren saya sangat rindu sampai tak kuasa menahan tangis karena ingin shalat, itikaf di masjid, & shalat hari raya. Harapan terbesar saya, kalau pun corona masih ada di Indonesia.. semoga masjid-masjid boleh digunakan kembali. Alhamdulillah sekarang masjid-masjid sudah dibukan kembali. Dan masyarakat bisa melaksanakan ibadah dengan kondisi yang telah disesuaikan. 
Karena jiwa juga butuh makan & suplemen. Makanan dan suplemen nya itu adalah ibadah. Saat jiwa lemah, raga pun akan lemah. Jadi kalau shalat-shalat berjamaah sudah bisa diaktifkan kembali, saya merasa hidup sudah cukup normal kembali. Jiwa lebih bugar, raga pun lebih bugar. Bedanya sekarang kemana-mana mesti siap peralatan shalat atau sekalian saja berpakainya yang proper agar langsung di pakai shalat. Itu tidak merepotkan sama sekali. Karena dari aktifitas ibadah ini, kami bisa semakin banyak meminta kepada Rabb agar wabah ini diagkat dari bumi Indonesia. 
Dalam masa corona ini, semua muslimah di Indonesia sedang "praktikum" memakai cadar dalam keseharian. MasyaAllah. Saat masa WFH kemaren, semua karyawan di Indonesia sedang dikasih "liburan spesial" karena sepanjang hari bisa melihat orang-orang tersayang. Dan sebagai seorang muslim, kita juga sedang "mengimplementasikan" perintah menjaga kebersihan dalam islam. Islam ga ada wabah pun, kita cuci tangan-cuci kaki minimal 5 kali sehari (dalam wudhu). Di islam, ga ada wabah pun kita memang disuruh makan makanan yang halal & toyib. Halal adalah segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan, dalam agama Islam. Contoh segala daging-dagingan halal, tentunya bukan daging kalilawar apalagi katak. Dan Toyib dengan makna baik untuk kesehatan/tubuh. Antara halal-toyib ditengahi kata "dan" bukan "atau". MasyaAllah khan.. sudah halal, toyib pula. 
Semoga cobaan ini segara usai di Indonesia & seluruh dunia. Semoga Allah ampuni dosa kita, dan selamatkan kita dari wabah ini. Amin

Thursday, 25 June 2020

Hutang & Berhutang

Everybody have their own believe about "debt". Ada yang prinsipnya 100% say no to hutang. Ada juga yang bisa berhutang dengan beragam tolak ukur terlebih dahulu. Atau bahkan ada juga orang yang hobi berhutang, iya "hobi berhutang". Orang yang hobi berhutang cenderung punya sifat basic seorang yang tidak pernah merasa cukup. Sebenarnya sifat basic ini baik untuk dijadikan motivasi dalam bekerja, tapi bukan untuk berhutang yah. Sayang nya sifat "tidak pernah merasa cukup" ini diiringi dengan sifat tidak sabaran sehingga terjabaklah ia dalam lingkaran hutang.

Syukur, sabar, kerja keras, & do'a memang harus jalan beriringan. Tanpa syukur, orang akan tidak bisa bersabar. Tanpa sabar, orang akan malas bekerja keras. Jika kerja keras (atau ikhtiar) saja tidak ada, bagaimana mau do'a cepat terkabul.

Sayang nya ada trend di masyarakat kalau seseorang berhutang kepada rekan/saudara nya, yang lebih galak justru yang minjam hutang. Dan tidak bertanggung jawab untuk segera melunasi hutang nya. Dan kebalikan nya, jika mereka pinjam hutang nya bank, mereka akan berikhtiar semaksimal mungkin sampai gali lupang - tutup lubang ke orang sekitar nya. Sungguh miris, justru sama bank saat ditagih memelas dan sama  orang yang meminjamkan uang tanpa bunga yaitu ke rekan/saudara nya saat ditagih malah galak. That's we called "Tidak tahu berterimakasih".

Mindset nya mesti dibalik, justru kalau sama bank tidak perlu selebay itu. Karena kalau pun pembayaran terundur, mereka sudah dapat untung dari bunga. Bahkan kalau penghutang gagal bayar, mereka sudah punya asuransi untuk menggantikan sejumlah uang yang sudah mereka berikan ke nasabah. Belum lagi bank yang memberikan pinjaman dengan agunan juga punya jaminan berupa harta berharga penghutang, yang hasil jualnya sebagian akan mereka ambil untuk pelunasan & sebagian dikembalikan ke penghutang.

Berbeda dengan bank, pemberi hutang secara konvensional (atau mari kita sebut Hutang Lunak) baik itu dari rekan/saudara memberikan hutang dengan niat membantu tanpa bunga apalagi agunan. Modal nya adalah kepercayaan. Harusnya jauh lebih penting menjaga kepercayaan orang yang dengan baik hati memberikan pinjaman tanpa bunga dengan bertanggung jawab mengembalikan sesuai janji (dan kejelasan) & dengan sopan tentunya. "Bukan situ pinjam, situ janji, situ ditagih, eh situ malah galak". Kalau ketemu dengan orang kayak begitu, sebaiknya black list dia dari daftar orang yang akan diberikan pinjaman lagi. Satu kali dia berbuat, maka selamanya dia akan mengulangi. Karena kepribadian seseorang akan paling tercermin dari bagaimana seseorang berurusan dengan uang. Jika skala juta tidak bisa dipercaya, jangan harapkan keajaiban akan terjadi jika diberi kepercayaan skala puluh juta apalagi ratus juta. No way!.

Makadari itu sebelum berhutang pikirkanlah matang-matang berpuluh kali kalau perlu, apakah sanggup bertanggung jawab untuk mengembalikan. Kalau sanggup, untuk jangka waktu berapa lama?, apakah uang itu benar-benar dibutuhkan urgently? atau kah sebenarnya bisa diundur dengan menabung sendiri dulu?. Ya tanyakan lah sebanyak mungkin ke diri sendiri.

Hal-hal emegency yang masuk akal untuk berhutang adalah terkait keselamatan, misalnya berobat, kelahiran, pendidikan, atau bahan makan pokok. Jangan jadikan hal emergency untuk dapatkan pinjaman berlebih yang sebenar diluar yang dibutuhkan. Kebutuhan nya di cuman puluhan atau ratus juta, tapi pinjam sampai 1 Milyar. Itu bodoh finanacial nama nya.

Apakah modal usaha buruk dengan menggunakan hutang?. Jawaban nya tergantung. Jika sudah ada kontrak/ jaminan pembelian dari usaha tersebut, itu mungkin baik. Namun jika sebuah usaha yang masih spekulatif, baru ikut bidding atau baru buka toko atau baru buka brand, menurut saya itu akan memperburuk keadaan. Untuk hal-hal yang masih spekulatif, lebih baik untuk mencari modal dengan sistem bagi hasil. Jadi carilah orang-orang yang punya cash dan mau istilahnya mengambil saham dari bisnis yang sedang dirintis. Dengan begitu secara tidak langsung itu seperti hutang lunak, tidak ada bunga. Dan bisa didiskusikan jika bisnis ada kendala atau belum profit.

Lalu kalau sudah terlanjur punya hutang dan terlilit hutang bagaimana?. Simple, tau memulai berarti mesti bertanggung jawab mengakhiri. Ikhlaskan apa yang kamu miliki untuk menebus hutang mu, jangan pakai aset orang lain (pencuri/ perampok namanya itu). Kalau hutang nya dengan bank, coba pakai alternatif jalur negosiasi (sewa pengacara) agar dilepaskan dari beban bunga. Jika beruntung harta agunan tidak perlu sampai dilepaskan. Dan satu yang paling penting adalah JANGAN KEBIASAAN HUTANG LAGI!. That's it.

 




How to Make Pie Sus by @sumirat_pie


Cara membuat Pie Sus atau juga disebut Kue Lontar ala IG. @sumirat_pie


KULIT
1. margarin 1 bks
2. Tepung terigu 300gr
3. Telur 1
4. Vinili sdkt

ISIAN
1. Telur kuning 5
2. Telur utuh 3
3. Susu 1 kaleng
4. Air hanget almost satu keleng susu 
5. Vanili sdkt
6. Maizena seujung sendok
7. Susu Cair 1 kotak kecil

TEKNIK PEMBUATAN KULIT
Adon semua bahan sampai kalis, lalu diamkan 15 menit. Setelah itu pipihkan menjadi lembaran dengan ketebalan yang seragam. Lalu cetak dengan hati-hati ke cetakan, jangan sampai ada yang bolong atau tidak sempurna saling menempelnya. Pencetakan ke adonan kulit ini mesti dilakukan dengan cermat dan sabar. Setidaknya sisihkan waktu 45 menit konsentrasi melakukan pencetakan adonan dengan sempurna.

TEKNIK PANGGANG
Kulit -> suhu 150 CC selama 10- 15 menit
Isian -> suhu 150 CC selama 40 menit, dikira-kira CC sesuai kebutuhan selama 7-15 menit
Saat caian sudah mulai tidak goyang berarti siap diangkat / Jika sudah mulai ada bagian yang menggelembung segera angkat sebelum gelembung itu pecah. Sajikan.

Dari proses persiapan sampai dengan packing, @sumirat_pie membutuhkan setidaknya waktu 3-4 jam hanya untuk satu loyang Pie Sus. Man hour yang banyak ya, costing di proses pembuatan. Penasaran seperti apa kue nya?. Check di instagram toko kue nya di IG @sumirat_pie.