Pages

Ads 468x60px

Labels

Thursday, 10 May 2018

Pengalaman Birokrasi Pembuatan E-KTP di Sorong

Di bulan april kemaren, ada trip dadakan ke Sorong (my hometown). Berawal di awal april, aku diberi konfirmasi bahwa (Alhamdulillah) dapat kesempatan assignment ke headquarter perusahaan kami selama 3 bulan di jepang. I am so happy & great full. Dan kabarnya saat itu waktu keberangkatan assignment ke jepang akan sangat mepet yaitu sisa 2 bulan lagi. Dan khususnya untuk yang masa valid pasasportnya kurang within 6 bulan, wajib meng-update passport nya masing-masing. Awalnya aku masih agak rilex, karena toh dulu passport itu aku buat di bandung. Jadi kalau pun butuh di update yah semestinya bisa di bandung atau bahkan di mana pun kan yah.
Dan finally pergilah aku ke Serang, satu-satunya kantor imigrasi yang available nya cukup fleksibel. Saat itu aku juga baru tau pergi ke kantor imigrasi sekarang mesti rebutan quota dulu di aplikasi online nya. Aku cepet-cepetin ke Serang karena jadwal submission update passport ke admin kami cuma tinggal hitungan hari. 
Perjalanan ke Serang dari Cilandak rupanya jauh, terutama karena pakai kendaraan umum. Saat itu aku juga lagi on budget jadi berupaya pakai moda transportasi teririt. Berangkat ke kantor imigrasi serang di awali dengan mesti pergi ke stasiun pasar minggu. Dari tempat ku ke pasar minggu dengan,
  • Menyebrang jembatan penyebrangan ke halte busway
  • Naik busway
  • Turun di perempatan kedua lalu nyambung naik angkot
  • Sampai di pasar minggu lanjut jalan kaki sedikit
  • Naik kereta ke tanah abang, lalu pindah ke kereta lanjutan di stasiun tanah abang
  • Di stasiun tanah abang, meski nunggu dulu karena jadwal kereta engga sebanyak pemberangkatan kereta jalur lainnya
  • Nunggu nya agak lama, finally naiklah kereta ke serang tapi tujuannya mesti ke stasiun rangkas belitung dulu
  • Mulai dekat ke daerah sana mulai bingung karena kondisinya masih ndesa banget, dan bingung setelah ini meski naik kendaraannya apa aja. Lalu coba nanya penumpang lainnya, dan malahan di kasih tumpangan oleh seorang emba yang aku ga kenal. Sempat takut tapi juga Alhamdulillah.. Karena kalau pun ga numpang, aku juga random ga tau arah jalan dan daerah itu.
  • Ternyata perjalanan dari rangkas belitung ke serang itu juga jauh. Mesti transit dulu dan lanjut lagi naik bus sampai ke halte bus serang
  • Di situ aku naik bus gede, dan duduk di depan. Ngeliat bagaimana masih hijaunya daerah itu dan jalannya pun sempit. Even (sorry to say) homewon aku di Sorong (Papua Barat), jauh lebih maju dan sarana jalan lebih memadai dan rapih menurutku. Tibalah di halte bus serang
  • Lanjut mesan go-car, Alhamdulillah ada, lalu tiba lah di kantor imigrasi yang dimaksud. Alhamdulillah.
Sayang perjalanan panjang ke sana tidak membuahkan hasil. Karena applikasi update passport aku tidak di-izinkan dengan alasan ktp ku belum e-ktp. Dan satu-satunya jalan adalah aku mesti mengurus e-ktp ku dulu yang berarti balik ke sorong.
Maka langsunglah hari besoknya (malam), aku otw ke Sorong (Papua  Barat). Awalnya mau pilih opsi pindah ktp ke Bintaro tapi kabar yang terkonfirmasi bahwa pengurusan e-ktp di Bintaro bisa memakan waktu sampai 1 bulan yang artinya tidak terkejar untuk jadwal ngurus dokumen, visa, dll untuk pemberangkatan ke jepang. Landing di Sorong tanggal 11-Apr-2018 pagi, langsung saat itu juga siap-siap ke kantor catatan pendudukan sipil. Hari itu juga apply, foto, dll. 
Kantornya rame tapi karyawan nya juga bekerja sangat sigap dan support. Di hari itu juga aku sampaikan maksud aku bahwa aku butuh minimal surat keterangan pembuatan e-ktp di hari itu karena mesti mengurus passport segera. Karena keperluan jadwal assignment yang sudah mepet.
Dan jika memungkinkan, aku meminta, paling tidak e-ktp bisa diambil jumat karena mesti balik ke Jakarta di hari sabtu/minggu. Alhamdulillah semua request itu diterima oleh mereka tanpa dipersulit sedikit pun. Dan tanpa diminta uang pelicin sepeserpun. 
Di hari besoknya 12-Apr-2018, aku ke kantor imigrasi Sorong untuk mengupdate passport. Tanpa antri, dengan pelayanan ramah, dan sangat cepat proses peng-updatean passport itu selesai. Saat selesai passport bisa di-ambil oleh keluarga untuk dikirimkan ke Jakarta jadi aku tidak perlu menunggu sampai terbit. Lalu 13-Apr-2018, aku ke kantor pencatatan sipil dan Alhamdulillah sudah bisa mengambil dokumen tersebut.
Aku sangat berterimakasih dengan semua pihak yang membantu kepengurusan ku ke jepang. Di mulai dari emba yang aku temui di kereta, dan semua karyawan pencatatan sipil, Kab. Sorong (Papua barat). Jadi jika ditotal, kepengurusan e-ktp aku hanya 3 hari atas izin Allah. 
Hari minggu nya (15-Apr-2018), aku sudah tiba di jakarta dengan selamat Alhamdulillah. Mungkin sepulang dari assignment 3 bulan di jepang, aku mau pindah domisili ke Jakarta atau Cirebon (kampung halaman asli) saja. Setelah konsultasi dengan karyawan pencatatan sipil, ternyata e-ktp bisa diubah (ditransfer) ke domisili lain. Karena kerja di Jakarta membutuhkan banyak kepengurusan birokrasi makanya akan lebih enak kalau e-ktp juga di daerah tersebut. Meskipun aku akan numpang di Kartu Keluarga saudara. 

Wednesday, 9 May 2018

Review CC Cream Laneige (Pure Beige)

Kali ini aku mau review produk dari laneige yaitu CC Cream nya (Water Base CC Cream with SPF 36 PA++).
Bermula dari keinginan aku untuk lepas produk cream pencerah wajah yang sebelumnya sudah aku pakai dari 2015 sampai tahun 2017. Sebenarnya cream perawatan aku sebelumnya sudah sangat efektif dan bisa dibilang cukup ekonomis. Rangkaian yang biasa aku pakai cuma cream malam & siang, dimana hasil cream siangnya bagus banget yaitu bisa buat wajah aku cerah & tampak glowing. Tapi karena aku sempat iseng nyari nomor BPOM produk itu di web resmi BPOM. Dan tidak ditemukan hasilnya, alias nomor BPOM cream perawatan wajah aku itu fake. Saat itu juga aku membulatkan tekad kalau aku mesti pelan-pelan lepas dari penggunaan cream siang & malam yang aku pakai itu.
Mulailah aku study & coba-coba beberapa jenis cream siang yang finally mengantarkan aku pada CC Cream Laneige ini. 
Tidak langsung beli versi botol besarnya, tapi aku beli dulu tester size nya terlebih dahulu. Lalu saat aku rasa tidak ada iritasi dan kebetulan ada teman ku yang sedang main ke korea, titiplah aku untuk beli CC Cream Laneige ini dengan type warna yang Pure Beige.

Gambar 1. Laneige CC Cream

First impression ngeliat packing nya kondisi botolnya adalah sangat elegan dan terkesan "barang mahal". Ya emang cukup mahal sih karena harga sekitar Rp 380,000 cuman berisikan 40 ml CC Cream. Yang buat aku percaya dan tertarik beli saat itu adalah sebagai berikut,
  1. Kulit wajah aku lagi butuh perlindungan dari UV. Simpelnya menurutku ini kan mengandung SPF 36 PA++ jadi lumayan buat perlindungan.
  2. Sekalian untuk perlindungan wajah dari sinar UV, bisa juga membantu merata warna kulit wajah aku jadi engga kusam saat bepergian. 
  3. Pernah aku coba testernya, dan keliatannya sih engga iritasi
  4. Klaim produknya, katanya bisa perlahan meningkatkan kecerahan wajah juga.
  5. Produknya resmi (internasional malah) jadi aku percaya ada zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Meskipun resultnya tergantung dari masing-masing pengguna juga yah, cocok-cocok kan. 
  6. Bersamaan teman aku lagi ke korea bisa mampir ke gerai resmi nya. Karena saat beli ini, conter resmi Laneige masih belum ada. Sekarang sih liat-liat sudah ada. 

Nah, kalau dari jenis warna ini kenapa aku pilih. Karena waktu itu kulit ku lagi menggelap jadi menurutku ini adalah shade paling pas buat aku. Aneh juga kan kalau keputihan creamnya entar resultnya lebih putih dari kulit leher kita atau tangan kita. 
Tapi setelah di-apply kewajah menurut ku wajah ku jadi agak cenderung ke abu-abu. Sepertinya dasar warna kulit aku ga cocok dengan warna janis ini. Aku juga ga yakin dengan tone kulit aku, tapi sepertinya sih lebih cenderung ke arah cool tone. Makanya warna ini jadi ga match buat aku.
Cuma yang Alhamdulillah nya, konsistensi cram ini memang baik untuk wajah. Karena aku merasa cream ini membuat kulit ku jadi lembab dan glowing. 

Gambar 2. Botol Laneige CC Cream

Rasa lembab ini yang buat jadi tambah percaya diri kalau "menghadang matahari". Karena merasa sudah terlindungi SPF jadi aman. Pertama, Kedua, sampe beberapa kali pemakaian, tiba-tiba munclan jerawat satu kecil. Kalau satu mereda, seperti keliatan ada bruntus seperti bakal jerawat generasi selanjutnya. Ngga berfikir panjang lagi, aku stop sementara pemakaian CC Cream ini. Dan rajin apply sejenis salep jerwat (merk acness). Dan berupaya menghindari segala jenis foundation, bb cream, atau pun cc cream lainnya selama jerawat itu masih ada.
Karena menurutku jerawat itu sebenarnya kan adalah komedo yang meradang. Jadi sebisa mungkin tidak dikontaminasi dengan zat-zat lain kecuali obat penyembuh jerawat itu sendiri. Agar kinerja salep jerawat maksimal dan kulit terjaga kebersihannya.  

Gambar 3. Laneige CC Cream Pure Beige

Saat jerawat sudah hilang, paling aku pakai sesekali untuk base fondation atau jika sunscreen lagi tidak ada. Itu pun setelah pakai meski dibersihkan dengan baik. Menurut aku mungkin saja reaksi negatif ke wajag aku ini karena zat yang dikombinasikan di CC Cream ini memang ada yang tidak cocok untuk kulit aku yang cukup sensitif. Jadi saat menggukan tester di awal belum terlihat karena pemakain baru 1 sampai 3 kali. Namun setelah beli produk botolan dengan kuantitas pemakaian semakin banyak membuat reaksi kandungan tersebut mulai ditampak-kan oleh wajah aku. Yaitu salah satunya dengan jerawat. 
Dan seperti biasanya, saat mencoba cream-cream merk lainnya, bahwa saat cream tidak cocok di wajah aku. Maka aku akan kasih jeda ke kulit aku untuk tidak langsung ditimpa dengan produk-produk percobaan lainnya. Tetapi mengobati dulu jerawat tersebut minimal sampai kering. 
Tapi tetep aja, aku mesti bilang bahwa CC Cream Laneige ini konsistensi cairannya bagus banget. Sangat ringan dan hasilnya glowing cantik banget, khususnya kalau pakai yang shade Peach. Karena pas lagi coba testernya, aku pakainya yang warna Peach. Sayang aja untuk jangka panjang aku ga bisa pakai produk ini karena keep kulit healthy buat aku lebih penting daripada tampil putih. 
Kalau kamu bukan kulit sensitive kayak aku, ini recommended banget. Terutama bagi kamu yang pingin dandan itu natural-natural aja. Kamu pasti seneng banget dengan produk ini. Mungkin saran aku, untuk mastiin apakah produk ini bisa cocok untuk kamu. Jangan beli ngetes testernya cuma untuk 3 kali pemakaian. Tapi cobalah pakai sampai dua minggu (14 hari), atau setara dengan beli sekitar 5 bungkus tester. Kalau memang wajah kamu bisa nerima zat-zat yang terkandung di dalam CC Cream ini dengan baik. Then you're so lucky to have this one.


Wednesday, 7 March 2018

Rekomendasi Kue Pie Sus / Kue Lontar di Jakarta (IG: @pie_sumirat)

Kamu sudah pernah makan kue pie sus?. Kalau sudah, tentunya kamu sepakat kalau cita rasa kue ini memang nikmat sekali yah. Kulit pie yang gurih dan manis khas fla nya, buat siapa pun pasti jatuh hati dengan kue ini.
Kalau kamu sudah suka dengan kue pie sus, kemungkinan besar kamu juga akan suka dengan kue yang bernama "Lontar". Kue lontar ini adalah jenis tradisional dari pie sus. Rasanya mirip namun dengan konsistensi kekentalan fla yang cukup berbeda. Dan yang memebuat kue lontar menjadi makan khas tradisional adalah latar belakang kisah di balik penemuan jenis kue ini. 
Kue lontar ini berasal dari Papua Barat. Pada awalnya kue ini dikenalkan oleh bangsa Belanda saat menjajah di pulau tersebut. Kue dari belanda tersebut aslinya menggunakan bahasa belanda yang dalam bahasa Indonesia berari kue dalan bundaran. Namun karena lidah masyarakat setempat kesulitan men-spell nama tersebut maka mereka mengucapkan lontar sehingga jadilah nama "Kue Lontar".
Kue lontar dimasak pada cetakan mangkok bergambar khusus. Dan biasa disajikan pada acara-acara besar. Berikut ini salah satu contoh gambar kue lontar di dalam cetakan mangkok.

Gambar 1. Kue Lontar

Kandungan gizi nya pun terbilang tinggi karena berbahan utama telur dan susu. Namun jika kamu punya kolestrol tinggi, jangan makan banyak-banyak yah. Kue ini bisa awet sampai 1 minggu di dalam kulkas. Namun pada suhu normal paling maximal 2-3 hari saja.
Untuk bisa menikmati sajian tradisional ini untuk yang berada di jakarta, kamu sudah tidak perlu jauh-jauh ke Papua Barat loh. Karena sekarang di jakarta, kita bisa membelinya melalui pemesanan online. Nama brand penjualnya adalah Sumirat Pie. Kamu bisa mengunjungi instagramnya (IG) di @pie_sumirat . 
Selain kue lontar, Sumirat Pie juga menyediakan kue pie original yang menjadi signaturenya. Makanan jenis pie ini sangat cocok untuk menemani keluarga, apalagi jika dinikmati bersama dengan kopi, teh, atau susu panas.







Sumber Gambar:
Instagram picture @pie_sumirat

Wednesday, 28 February 2018

Tas-Tas (Tote Bag) Lucu Brand Lokal

Ada yang suka pake jenis tas Tote Bag?.
Kalau iya, kita samaan dong yah. Aku juga personally sangat suka pakai jenis tas ini. Karena ukurannya yang besar buat para wanita yang make bisa naruh banyak barang di dalam tas nya. Mungkin the only one kekurangannya adalah karena bentuk dalam nya yang normalnya gede "plong" tanpa sekat buat barang-barang di dalamnya akan campur aduk.

Tapi tanpa mengindahkan kekurangannya itu, wanita mana pun pasti setuju kalau bisa bawa barang banyak itu adalah suatu kelebihan banget buat pengguna. Jadi kita bisa lebih fleksibel mau naruh apapun, mau itu botol minum, payung, dll.

Nah, sayangnya tas jenis Tote Bag yang modelnya oke, biasanya harganya mesti Rp 400,000-an ke atas. Lumayan juga yah..mesti nabung agak lama dulu deh. Dari kesukaan nonton video vlog akhirnya nemuin tas brand lokal bernama "This" dengan harga yang tentunya bersahabat, berikut foto-foto OOTD oleh pembuatnya.
Gambar 1. OOTD Tote Bag #5


Lucu kan.. ukurannya gede, pas lah buat segala perlengkapan para wanita baik cewek-cewek atau pun emak-emak. Warnanya juga cukup beragam, tidak terbatas hanya pada gambar yang ada di bawah ini.

Gambar 2. Beberapa Jenis Warna Tote Bag #5


Model lainnya yang jadi favorite aku, adalah Tote Bag #1 di bawah ini khusunya yang warna coklat.

Gambar 3. Tote Bag #1 Warna Coklat

Warna coklat sangat nuansa kekinian banget, apalagi di padu dengan baju dengan model yang lagi ngetrend juga. Selain warna coklat, jenis Tote Bag #1 ada beberapa warna yakni sebagai berikut. But anyway warna-warnanya tidak terbatas hanya pada gambar yang ada di bawah ini yah.
Gambar 2. Beberapa Jenis Warna Tote Bag #1 Selain Coklat






Sumber Gambar:
https://shopee.co.id




Friday, 23 February 2018

Jagoan Indonesian Idol 2018 (Part 2)

Melanjutkan post sebelumnya tentang jabaran singkat kesepuluh finalis Indonesia Idol yang sudah di bahas pada tulisan "http://dedewahyunisetiawati.blogspot.co.id/2018/02/jagoan-indonesian-idol-2018.html", berikut ini list Top 10 Indonesia Idol.

1. Joan
2. Marion
3. Kevin
4. Ghea
5. Maria
6. Ayu
7. Abdul
8. Chandra
9. Glen
10. Jodie

Sebelumnya kita sudah bahas sampai Ghea maka lanjut peserta berikutnya adalah dimulai dari Maria.

5. Maria
Walau pun wajahnya terlihat dewasa, namun siapa sangka Maria masih berusia belasan tahun loh. Sebagai salah satu yang paling muda, tak dielak-kan bahwa Maria pantas di sebut "Cabe Rawit". Dalam artian meskipun "Cabe Rawit" itu kecil tapi pedasnya bukan main.
Teknik bernyanyi Maria yang mumpuni beserta kemampuannya mencapai nada-nada tinggi menakjubkan membuat Maria banyak diacungi jempol oleh juri, penonton, bahkan juga kontestan lainnya. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa selera menikmati musik setiap orang berbeda-beda sehingga mungkin saja teknik suara high class seperti Maria justru mendapatkan voting yang rendah.


6. Ayu

Ayu adalah satu-satunya kontestan berhijab yang lolos sampai sejauh ini di Indonesian Idol. Namun jangan salah bahwa sekali pun berhijab, hal itu tidak menghalangi Ayu untuk tampil "lincah" dalam ajang ini. Ayu bahkan sudah beberapa kali mendapat standing ovation dari para juri. Suara Ayu dengan keunikan ada "serak-serak" nya dan stage act nya bergaya Swag mencuri hati banyak fansnya di Indonesia.
Ada hal menarik dari Ayu, adalah perawakannya yang disebut-sebut mirip dengan salah satu artis & selebgram terkenal yaitu Ria Richis (adik dari Oky Setiada Dewi). Bagaimana menurut kamu?.


7. Abdul
Abdul adalah kontestan perwakilan Bali. Suaranya khas dan kemampuannya menyanyi dengan gitar adalah poin khusus tersendiri sebagai idola. Dalam keseharian di karantina Indonesian Idol, Abdul dikenal sebagai pribadi yang "seru" dan "gokil". Beberapa penampilannya pun menuai standing ovation dari para juri.


8. Chandra

Baru saja memasuki week ini (tanggal 20-Feb-2018), Chandra di-eliminasi dari Indonesian Idol. Chandra memiliki karakter suara rocker dan style rambut kribo yang khas. Tenntunya banyak penikmat musik rock yang menjadi bagian dari fans dan pendukung Chandra sampai berhasil tampil di Indonesian Idol hingga sejauh ini.
Sebelum berhasil masuk di Indonesian Idol, Chandra mencari penghasilan tambahan sebagai pengamen. Namun bukan pengamen biasanya karena suara Chandra benar-benar berkualitas dan layak untuk dikomersilkan. Semoga ke depannya Chandra bisa mendapatkan kesempatan ke dapur rekaman agar suaranya tidak terbatas di dengarkan oleh orang-orang di sekitar tempat di tinggal.


9. Glen
Glen iya Glen, tapi bukan Glen Fredly yah. Sama-sama dari Indonesia Idol, kelihatannya Glen bisa menjadi the next generation of Glen Fredly. Namun kekhasan bernyanyi ala Glen Indonesian Idol berbeda dengan Glen Fredly. Glen punya kualitas suara yang sangat bagus dan stage act yang juga sebagus suaranya. Sekalipun beberapa kali Glen sempat masuk dalam voting suara terendah dari pemirsa. Namun kehadiran Glen di panggung Indonesian Idol sampai sejauh in memang pantas ia dapatkan.
Sisi lain dari Glen di panggung adalah ada pemberitaan bahwa dirinya cinlok (cinta lokasi) dengan Ghea, seperti yang sudah di tulis pada bagian Part 1. Gosip cinlok ini membuat keseruan tersendiri bagi para fans baik Glen maupun Ghea. Tidak banyak yang mendukung, dan tidak sedikit juga yang justru tidak mendukung khususnya fans-fans laki-lakinya Ghea. Ya apapun itu, semoga yang terbaik saja buat Glen & Ghea. Sebaiknya fans-fans mereka tidak perlu turut campur pada urusan privasi mereka baik gosip itu benar atau pun tidak.


10. Jodie
Dan yang terakhir adalah Jodie. Urutan ini juga setara dengan kestabilan suara Jodie. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa Jodie adalah satu-satunya peserta yang paling banyak mendapat kritikan dari dewan juri terkait kualitas vokalnya. Hal senada pula muncil di banyak kolom komen para netizen yang berpendapat bahwa suara Jodie setelah memasuki babak spektakuler mengalami down grade yang sangat terasa. Khususnya pada kemampuan pernafasan yang membuatnya sering terdengar "ngos-ngosan" (atau nafas terputus-putus ketika bernyanyi).
Sering kali Jodie beralasan bahwa hal tersebut karena dia merasa gugup di atas panggung. Namun dewan juri menganggap bahwa hal tersebut bukanlah justifikasi untuk boleh bernyanyi dengan kualitas rendah. karena setiap peserta juga mengalami hal gugup serupa tapi mereka dapat berupaya keras untuk me-reduce dan menampilkan yang terbaik. Untungnya karena di kompetisi ini sistem penilaian nya hanya voting, maka Jodie masih terus mendapatkan kesempatan dari para fansnya. Tentunya mereka menaruh harapan besar agar Jodie dapat memperbaiki kualitas penampilannya.




~ ~ ~ ~ ~




Demikian adalah summary Top 10 Indonesian Idol. Seluruh kontestan ini sudah berhasil lolos dari ribuan peserta lainnya dari tahap awal. Tentunya hal tersebut merupakan perjuangan berat. Maka dari itu seluruh kontestan di 10 besarnya merupakan yang terbaik. Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang dibutuhkan untuk menjadi juara adalah dukungan voting dari setiap penonton di rumah. Siapapun idola kamu, mari dukung mereka untuk selalu bisa tampil menghibur Anda pada minggu berikutnya. Dan tentunya hal tersebut akan sangat berharga untuk mencapai impian masing-masing dari mereka menjadi jawara Indonesian Idol.

Sunday, 18 February 2018

Ada apa dengan Manusia Indonesia?, Kriminalitas Merajalela

Tahun kian berganti, belakangan ini muncul kabar-kabar kriminalitas yang di luar nalar. Ekstrimnya pembunuhan suami terhadap istri, pembunuhan calon suami terhadapa calon istri, pembunuhan pasangan kekasih, dll. Jika dulu kriminalitas masih sebatas copet-mencopet, sekarang rasa kemanusiaan seolah sudah tergerus zaman. Tanpa rasa iba, atas nama "emosi tersulut" dengan tega membunuh manusia lainnya.

Tidak ada justifikasi dengan alasan apapun, bahwa apa yang dilakukan tersebut boleh. Nyawa sesama makhluk manusia itu tidak bisa digadaikan atas nama apapun. Jika Tuhan saja meminta kita menjaga makhluk hidup lain seperti dengan tidak menyiksa binatang (baik itu binatang piaraan atau pun bukan), apalagi dengan sesama jenis spesies yaitu manusia. 

Ada apa?. Dimana wujud akal yang diberikan Tuhan kepada kita. Bukankah kita (agama apapun) paham bahwa semua jenis pembalasan adalah hak Tuhan. Jadi se-emosi apapun itu, biarkan Tuhan saja yang berwenang. Bukan hak siapapun mengambil nyawa orang lain lantaran emosi atau apapun itu.

Pertanyaan untuk pasangan menikah yang membunuh pasangannya, apakah sedangkal itu cinta Anda?. Kalau kamu mau bersatu dengan dia, mintalah pada Tuhan. Dan cintailah dengan tulus, bukan dengan kriminalitas. Ingat masa depan anak-anak kamu. Jika di penjara anak-anak kalian siapa yang mengasuh dan mengjaga dan bagaimana dengan kelanjutan pendidikan mereka. Bukan kah jika pun kalian bercerai, setidaknya anak-anak kalian masih ada yang mengasuh. Dan bukan tidak mungkin kalian untuk rujuk kembali. Kalau kamu mencintai dengan tulus, InsyaAllah akan ada jalan dari Tuhan untuk mengutuhkan rumah tangga kalian.

Pertanyaan untuk pasangan calon menikah, apakah begitu?. Jika Anda tidak bisa menjalani kisah pernikahan bersama dia. Cukup sampaikan saja secara jelas dan baik-baik, lalu hengkang. Bukan malah dengan kriminalitas. Orang tua calon istri mu pasti akan bisa menemani hidupnya dengan baik. Ingat masa depan kamu. Daripada menghabiskan waktu bisa sampai seumur hidup di penjara, lebih baik saat itu menyelesaikan dengan tidak mengedepankan emosi. Coba bayangkan betapa sedihnya orang tua dan keluarga calon istri mu itu. Bukan sedih karena anaknya mau meninggalkan rumah dengan berumah tangga, tapi sedih karena anak meninggalkan dunia selama nya.

Marilah lebih peka untuk respect bukan hanya dengan lisan tapi juga dengan perlakuan. Respect yang dasar itu adalah dengan respect pada setiap nyawa yang Tuhan anugrahkan untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Bukan hanya sesama manusia, tetapi juga pada hewan dan bahkan tumbuhan. 

Disaat kita hidup saling menghargai dan menjaga, InsyaAllah yang timbul adalah rasa saling persaudaraan. Bukan krimilitas yang subur, tapi setiap orang malah akan berlomba-lomba melakukan kebaikan dan perdamaian akan melingkupi Indonesia tercinta. Mari kita sama-sama berdoa semoga Indonesia selalu aman, damai, dan sejahtera.

Jagoan Indonesian Idol 2018 (Part 1)

Indonesian Idol is back. Siapa yang tidak tau Indonesian Idol. Di Indonesia, ajang pencarian bakat bernyanyi ini menjadi sebuah acara kompetisi (di televisi nasional) yang sangat terkenal. Bukan hanya berujung di final kompetisi, sudah ada hasil nyata Penyanyi-Penyanyi Papan Atas jebolan dari kompetisi ini.
Indonesian Idol kali ini hadir dengan idola-idola baru yang memiliki ke-khasan nya masing-masing. Berikut ini Top 10 Indonesian Idol,

1. Joan
2. Marion
3. Kevin
4. Ghea
5. Abdul
6. Maria
7. Ayu
8. Chandra
9. Glen
10. Jodie

Pada 13 Febuari 2018, baru diadakan babak spektakuler dimana satu dari kesepuluh finalis Indonesian Idol mesti di-eliminasi dari kompetisi ini. Hasil yang keluar adalah Kevin. Padahal Ia adalah satu-satunya best voice dari seluruh finalis pria. Dan tidak ada satu juri pun yang mengharapkan hal tersebut terjadi. Namun karena basis dari penentuan pada babak ini hanya dari voting pemirsa maka juri tidak dapat melakukan apapun lagi.

Jika kamu yang belum tau tentang siapakah finalis-finalis di atas, berikut ini profile singkatnya.

1. JOAN


Joan adalah peserta yang berasal dari Wamena, Papua Barat. Ia memiliki karakter suara yang tebal, berpower, dan khas dengan karakter gospel. Pribadinya dikenal sangat humble, ekspresif, kocak, apa adanya, dan baik hati.



2. Marion
Wanita muda cantik dan terlihat seksi ini merupakan perwakilan dari kupang. Tebak berapa usianya, dia masih belasan tahun loh. Masih muda banget bukan.
Namun tentang suara dan penampilannya tidak perlu diragukan. Suaranya yang khas sangat memukau ditambah "act" panggung yang menarik menjadikan Marion salah satu finalis yang paling dijagokan banyak orang termasuk beberapa dewan juri.


3. Kevin
Kevin baru saja tereliminasi tapi hal itu tidak menampikan rekam jejaknya di Indonesian Idol. Secara dia punya kualitas dan keunikan suara yang sangat memukau. Banyak yang sepakat kalau Kevin sebenarnya pantas untuk masuk sampai 5 besar. Hanya saja voting suara berkata lain, dan dia mesti melanjutkan karya di luar ajang ini. Banyak yang sangat kehilangan dia, terutama Maya Estianti (salah satu dewan juri).


4. Ghea
Ghea adalah pemilik suara yang lembut dan khas juga juga positioning sebagai finalis yang "cute" pada ajang ini. Dia mewakili kalimantan tempat daerahnya berasal. Kemampuannya bernyanyi rupanya didukung dengan musikalitasnya tinggi yang diasah di tempat kuliah nya di jurusan musik. Bukan hanya tentang kompetisi, Ghea juga terlibat drama dugaan cinlok dengan salah satu peserta lainnya yang berasal dari Indonesia Timur. Kisah perjalanannya dalam ajang ini plus "drama cinlok" yang masih spekulasi tersebut membuat Ghea mendapat banyak antusias penonton. Baik itu sebagai penggemarnya atau pun hanya sekedar ingin kepo.




*to be continued